Ke Billund Naik Kereta

“Liburan kita “orang tua” banget ya mas sekarang,” ujar saya pada suami saat kami baru saja sampai di Legoland Billund, Minggu (23/6) lalu. Kami berdua terkekeh. Tapi tentu tak ada nada kecewa di sana. Saya berkomentar begitu lebih karena di antara kami berdua tidak ada yang benar-benar menggemari amusement park, tidak ada yang masa kecilnya…

Moving to Lund Evokes the Passion to Write*

Hayu Rahmitasari writes about life in Lund for a website called The Newbie Guide to Sweden. Recently, she published her first novel in Indonesia. I always try to see the golden edge. Hayu Rahmitasari left a good job in Indonesia to start a new life in Lund. The move was  a challenge but at the…

To The Daughters of Mine

“Setapakmu, Kelak mungkin akan berbeda arah denganku. Lajumu, Pasti akan jauh melampaui kecepatanku. Tapi jangan lupa untuk sesekali melambat. Agar kamu bisa merekam apa yang belum terlewat. Tak perlu tergesa. Karena yang sudah terencana akan sabar menunggu di sana. Dan setiap kali kamu pulang, Kita akan berbincang tentang sepatu-sepatu yang kita kenakan.” *** “Those little…

On BTS: Catching up with the rest of the world

This might sound ridiculous amid the waves of KPop, but to be honest, I’m zero about Korean pop culture. I learnt about it during my master program when I took the Media in Asia course. But apart from its historical context, its massive and rapid development, I know nothing. And  I’m not a huge fan of…

Menyuruh Anak ke Warung

Bagi sebagian orang tua, menyuruh anak membeli sesuatu di warung mungkin hanyalah perkara sepele. Hanya soal permintaan tolong sederhana yang tidak perlu dibesar-besarkan. Apa sih istimewanya mengirim anak berbelanja? Tapi buat saya, menyuruh anak ke warung adalah momen serius yang terkait banyak hal. Tidak hanya soal memberi kepercayaan, tapi juga soal kemandirian, rasa percaya diri…