Lund, Jogja dan segala sesuatu di antaranya

Pulang tahun ini bisa dibilang sedikit di luar rencana. Awalnya kami berniat pulang ke Indonesia di akhir tahun, sekalian mengungsi dari musim dingin Swedia yang ajaib. Juga menunggu tabungan agak ”mendingan” dulu setelah libur panjang musim panas tahun lalu 😅. Tapi dua kabar baik di bulan Maret membuat kami menata ulang semua rencana perjalanan. Pertama,…

Segenggam Daun So dan Sepetak Tanah di Belakang Rumah

Pohon Melinjo, yang bernama latin Gnetum gnemon, lebih lazim disebut dengan pohon So di kampung halaman saya. Saya tidak tahu persis dari mana sebutan itu berasal, tapi pohon So adalah salah satu tanaman yang mudah ditemui di halaman belakang rumah-rumah. Mungkin karena pohon ini termasuk mudah tumbuh di tanah yang kering dan berkapur. Mungkin juga…

Sepatu

Wajah saya mendadak sumingrah saat kami melewati satu toko di Klostergatan. Sayapun berhenti sebentar. Menatap etalase di depan saya dengan mata berbinar. “Waaaahhhh, bagus banget sepatunya,” kata saya sambil menunjuk sepatu boots berbahan kulit dan berwarna dusty pink. Suami saya hanya tersenyum kecil lalu berujar: “Ada apa sih dengan kamu dan sepatu?” Ya. “Ada apa…

Saya dan Film India

Sebagai generasi yang lahir pertengahan 1980an, saya adalah generasi MTV yang masa pembentukan karakternya dihiasi dengan menonton boyband lalu lalang di televisi. NSync, Westlife, Backstreet Boys, Boyzone adalah sederet grup yang wajah para personilnya menghiasi dinding kamar saya, berdampingan dengan poster para pemain sepak bola. Namun, selain sebagai generasi MTV, saya juga adalah generasi 90an…

Year End Note

The end of 2017 is almost here. Time surely flies before we even realize. The day when I left Indonesia for Sweden still feels like yesterday. But in fact, I’m going to witness my second new year in Sweden, in the next few hours. The 2017 itself is really something for me as this is…