Menyuruh Anak ke Warung

Bagi sebagian orang tua, menyuruh anak membeli sesuatu di warung mungkin hanyalah perkara sepele. Hanya soal permintaan tolong sederhana yang tidak perlu dibesar-besarkan. Apa sih istimewanya mengirim anak berbelanja? Tapi buat saya, menyuruh anak ke warung adalah momen serius yang terkait banyak hal. Tidak hanya soal memberi kepercayaan, tapi juga soal kemandirian, rasa percaya diri…

Saya batal Golput tahun ini

Saya batal Golput tahun ini. Pemilu tahun ini terasa lebih dilematis daripada sebelum-sebelumnya. Kenapa? Karena pilihannya bukan lagi madu lawan cuka. Tapi cuka merek A atau cuka B. Sama saja asamnya. Salah satu kandidat sama sekali bukan pilihan untuk saya. Mereka yang masa kecilnya mempertanyakan ketiadaan pilihan (kenapa harus suka kuning kalau sukanya warna lain,…

Lund, Jogja dan segala sesuatu di antaranya

Pulang tahun ini bisa dibilang sedikit di luar rencana. Awalnya kami berniat pulang ke Indonesia di akhir tahun, sekalian mengungsi dari musim dingin Swedia yang ajaib. Juga menunggu tabungan agak ”mendingan” dulu setelah libur panjang musim panas tahun lalu 😅. Tapi dua kabar baik di bulan Maret membuat kami menata ulang semua rencana perjalanan. Pertama,…

Segenggam Daun So dan Sepetak Tanah di Belakang Rumah

Pohon Melinjo, yang bernama latin Gnetum gnemon, lebih lazim disebut dengan pohon So di kampung halaman saya. Saya tidak tahu persis dari mana sebutan itu berasal, tapi pohon So adalah salah satu tanaman yang mudah ditemui di halaman belakang rumah-rumah. Mungkin karena pohon ini termasuk mudah tumbuh di tanah yang kering dan berkapur. Mungkin juga…

Sepatu

Wajah saya mendadak sumingrah saat kami melewati satu toko di Klostergatan. Sayapun berhenti sebentar. Menatap etalase di depan saya dengan mata berbinar. “Waaaahhhh, bagus banget sepatunya,” kata saya sambil menunjuk sepatu boots berbahan kulit dan berwarna dusty pink. Suami saya hanya tersenyum kecil lalu berujar: “Ada apa sih dengan kamu dan sepatu?” Ya. “Ada apa…