30 Something and Over It

Looking back on the birthdays I had in the last 31 years, I realized how life around me has changed, and changed the way I see my life as well.

I personally think that birthday is a paradox moment. The day when we feel happy on one side because there’s no other day that is more ours than that day. But, on the other side, we also feel sad or at least worried to know that we are older than before. Ha. (Somebody pass me that anti aging cream, please! πŸ˜† )

I don’t celebrate birthday often. Not in a way it’s usually celebrated. There is no big celebration tradition in my family. Birthday is just like any other day. Though I remember, there were some small birthday parties when I was a little kid. The simple parties with the same routine: my mom bought two regular cakes, stacked them, then decorated them with fresh flowers and leaves ( yes, no fancy icing whatsoever. I didn’t even know that black forest cake was exist at that time πŸ˜‚ ), or we would buy something special for dinner like chicken satay or Javanese noodle, then took a family picture. Just like that. Sometimes I got presents. Sometimes I didn’t. But it didn’t really matter. The happiness was still mine because I was surrounded by the people I love and love me back. Continue reading “30 Something and Over It”

When Ms Random meets Mr Planner

Saat-saat ketika merencanakan perjalanan adalah saat-saat di mana saya semakin menyadari betapa sesungguhnya saya dan suami adalah pribadi yang sangat bertolak belakang. Saya adalah manusia random. Happy go lucky person yang percaya bahwa semesta telah diatur sedemikian rupa. Cenderung mengalir saja tanpa perencanaan. Sementara suami adalah Mr Planner sejati. Sangat perhatian pada detail dan memiliki manajemen resiko yangΒ terlaluΒ tinggi. Hampir semua hal dalam hidupnya melalui perencanaan matang. Satu-satunya hal spontan yang pernah dia lakukan (yang masih dia ingat) adalah menjadikan saya sebagai pacarnya meski baru beberapa minggu kenal. Haha. Dan ini yang biasanya menjadi kartu AS saya untuk mengingatkan bahwa beberapa hal baik justru dimulai dari sebuah kesertamertaan (ahem!).

Tentu saja sebagai pasangan kami juga saling memengaruhi. Saya tak lagi anti rencana. Sementara dia mulai bisa menerima fakta bahwa tidak semua hal bisa ia kendalikan.Β Tapi tetap saja, yang namanya karakter dasar tidak bisa 100% diubah. Saya masih kerap ceroboh dan masa bodoh. Suami masih suka khawatir berlebih dan uring-uringan. Dan karakter dasar itu semakin menguat justru ketika kami dihadapkan pada satu hal yang sama-sama kami sukai: traveling! Continue reading “When Ms Random meets Mr Planner”

Lund, 17 Juli

Thank you for growing old with me

Cinta membawa kita menua bersama,

Sejak sebelas tahun yang lalu,

Sekarang,

Dan (semoga) untuk seterusnya

Cinta membawa kita melewati pergantian usia bersama,

Dalam hingar bingar masa muda,

Dalam sepi yang sempat diciptakan oleh jarak,

Dan dalam hening,

Serangkaian doa yang kupintakan untukmu secara rutin:

Agar mudah semua urusanmu,

Agar berkah umur barumu,

Agar cinta tak pernah lelah membawamu melangkah sejauh apapun,

Bersamaku.

————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

Thank you for bringing out the best in me

Dear daughter,

Since the day you were born,

I try to be the person you can rely on

Though I may not be perfect, I’m grateful you are growing up as a better version of me and your dad

Happy birthday, my sweetie pie

I’m wishing you thousands of bless, countless happiness and anything at its best.

Love,

Bunda Hayu

Circle Route: Cerita Banyu (Bagian Lima)

 

17952709_10158641741145094_6826364875224157142_nKadang, yang dibutuhkan cinta adalah kesempatan

Aku baru saja menuruni tangga menuju pintu keluar bandara saat sebuah suara dengan aksen yang khas memanggil namaku.

β€œBanyu,” kata suara itu.

Aku menoleh. Ternyata Mikhaela. Dia tampak seperti baru pulang dari jalan-jalan. Sebuah tas ransel besar dia bawa tanpa kesusahan di punggungnya. Dia lalu berlari-lari ke arahku.

β€œHi, how are you? What are you doing here?” berondongnya.

β€œAku baik, barusan nganter temen, dia mau pulang ke Indonesia,” jawabku.

Sudah lama aku tidak bertemu Mikhaela. Seingatku kami hanya bertemu sekali setelah aku bilang bahwa aku sedang tidak siap untuk berkomitmen. Setelah itu, aku tak mendengar kabar apapun darinya. Dia masih cantik seperti dulu. Sekalipun hanya memakai kaos singlet dan celana jeans belel seperti saat ini.

β€œKamu sendiri apa kabar? Dari mana bawa-bawa ransel segedhe itu?” tanyaku heran.

β€œI’m great. Aku baru pulang dari Cradle Mountain, Tasmania. It’s so awesome. You should go there,” katanya antusias. Continue reading “Circle Route: Cerita Banyu (Bagian Lima)”

Circle Route: Love is just too complicated

Pagi hari berikutnya, aku meminta Andrea menemaniku membeli souvenir khas Perth untuk oleh-oleh di E-shed Market, pasar yang terletak dekat Stasiun Fremantle. Kami sepakat untuk menggunakan kereta saja dan bukannya menyetir mobil sendiri. Aku suka menggunakan transportasi umum di sini. Nyaman dan bersih. Jauh berbeda jika dibandingkan dengan transportasi umum di Indonesia. Dalam hati aku berharap semoga suatu saat nanti, transportasi umum di Indonesia juga akan senyaman dan seramah di sini.

Sesampainya di E-Shed market aku langsung memborong beberapa barang. Didgeridoo atau alat musik indigenous milik bangsa Aborigin di Australia, bumerang, magnet kulkas dari tumbuhan asli di sini, juga kaos dan tas dan dompet dari kulit Kangguru. Lumayan juga harganya. Beruntung penjualnya orang Indonesia yang sudah 18 tahun tinggal di sini, jadi dengan murah hati dia memberiku diskon yang lumayan. Aku senang bukan main.

Sementara aku sibuk memilah-milih oleh-oleh, Andrea sibuk mencicipi sampel gratis beraneka rasa macadamia, kacang khas Australia, di salah satu kedai. Di sini memang lazim bagi penjual untuk memajang sampel gratis dari barang-barang yang mereka jual. Aku dan Andrea sering berburu sampel gratisan tersebut. Dari mulai keju, yoghurt, sampai buah-buahan, semua sudah pernah kami jajal. Kalau sedang beruntung, kami bahkan tak perlu mengeluarkan uang untuk jajan saking mudahnya menemukan sampel-sampel gratis, baik di Perth maupun daerah sekitarnya seperti Morley, Subiaco, atau Fremantle. Continue reading “Circle Route: Love is just too complicated”