To The Daughters of Mine

“Setapakmu, Kelak mungkin akan berbeda arah denganku. Lajumu, Pasti akan jauh melampaui kecepatanku. Tapi jangan lupa untuk sesekali melambat. Agar kamu bisa merekam apa yang belum terlewat. Tak perlu tergesa. Karena yang sudah terencana akan sabar menunggu di sana. Dan setiap kali kamu pulang, Kita akan berbincang tentang sepatu-sepatu yang kita kenakan.” *** “Those little…

Saya batal Golput tahun ini

Saya batal Golput tahun ini. Pemilu tahun ini terasa lebih dilematis daripada sebelum-sebelumnya. Kenapa? Karena pilihannya bukan lagi madu lawan cuka. Tapi cuka merek A atau cuka B. Sama saja asamnya. Salah satu kandidat sama sekali bukan pilihan untuk saya. Mereka yang masa kecilnya mempertanyakan ketiadaan pilihan (kenapa harus suka kuning kalau sukanya warna lain,…

Lund, Jogja dan segala sesuatu di antaranya

Pulang tahun ini bisa dibilang sedikit di luar rencana. Awalnya kami berniat pulang ke Indonesia di akhir tahun, sekalian mengungsi dari musim dingin Swedia yang ajaib. Juga menunggu tabungan agak ”mendingan” dulu setelah libur panjang musim panas tahun lalu 😅. Tapi dua kabar baik di bulan Maret membuat kami menata ulang semua rencana perjalanan. Pertama,…

Segenggam Daun So dan Sepetak Tanah di Belakang Rumah

Pohon Melinjo, yang bernama latin Gnetum gnemon, lebih lazim disebut dengan pohon So di kampung halaman saya. Saya tidak tahu persis dari mana sebutan itu berasal, tapi pohon So adalah salah satu tanaman yang mudah ditemui di halaman belakang rumah-rumah. Mungkin karena pohon ini termasuk mudah tumbuh di tanah yang kering dan berkapur. Mungkin juga…