Post-natal Reflection

Hari Minggu (17/2) kemarin, Baby K genap dua bulan. Di hari itu awalnya saya berniat menuliskan refleksi paska kelahiran. Sekalian memperingati ulang bulan. Cocoklah momennya, pikir saya. Tapi karena satu dan dua hal (baca: rutinitas ibu baru dan tanggungan pekerjaan yang mesti segera dirampungkan 😅), akhirnya saya baru sempat menuliskan refleksi hari ini, alias telat…

Giving Birth in Sweden: A Personal Story*

Monday, 3rd of December 2018, I woke up with severe pain in my abdomen and my lower back. ”This is it. Labor had begun,” I thought. But I wasn’t entirely correct. The contractions started but it took two weeks for my baby to arrive. What a journey it was. These are the highlights of my…

14 Hari untuk Selamanya (Cerita Melahirkan di Swedia)

Senin (3/12) dini hari, saya terbangun karena sakit di perut dan pinggang bagian bawah. ”Wah, mulai kontraksi,” batin saya. Berusaha (sok) tenang, saya mempraktekkan teknik pernafasan dari sesi yoga yang sempat saya ikuti. Nyeri berkurang, tapi kontraksi masih berlanjut. Saya cek jam, masih berjarak 20-30 menit. Masih lama. Tak lama kemudian suami saya bangun dan…

Begin Again

Never crossed my mind before that I would have to learn a totally new language when I’m already 30+. I mean, I’ve been doing just fine with my English skill. I don’t find any difficulty to communicate here in Sweden as most people speak English fluently. I also mostly work in English environment, so there…

Menu-menu Gampang di Perantauan

Salah satu hal yang sering dikeluhkan ketika tinggal di luar negeri adalah soal makanan. Lidah Indonesia yang terbiasa dengan nasi dan makanan yang dibalut berlayer-layer bumbu membuat makanan luar jadi seolah tak berasa. Tidak mengenyangkan. Atau minimal membosankan. Makanan adalah juga salah satu hal yang kerap membuat orang Indonesia homesick, alias kangen rumah alias tidak…