-
Life as We Know It
Some people tend to think that living overseas is all about traveling and those fun things. In fact, living far from home is also about rethinking the life itself. Living overseas giving you space. Space to realize things you previously took for granted. Food, for example. In Indonesia, finding Indonesian cook is never an issue →
-
Surat-surat yang Tak Pernah Sampai*
Hari masih pagi saat aku berdiri, menunggu dengan tak sabar, antrian di Inglewood OPost. Dari jauh kulihat hanya dua, dari biasanya empat, konter layanan yang buka. Tak heran antriannya sepanjang ini. Aku menghitung dalam hati jumlah orang yang berdiri di depanku. Masih delapan lagi. Masih lama. Aku menghembuskan nafas panjang. Mulai bosan dengan hal yang →
-
Balada Sakit di Negeri Orang
Sesedih-sedihnya sakit di negeri sendiri, lebih sedih sakit di negeri orang. Begitu saya pernah mendengar sebuah pepatah. Beberapa orang mengakui kebenaran dari pepatah tersebut. Bagaimanapun, sakit saat berada di negeri sendiri memang terasa lebih mudah. Minimal kita tidak perlu susah-susah menerjemahkan apa itu masuk angin kepada dokter yang kita temui, hehe. Tapi, sakit ketika berada →
-
Antara Saya, Bapak Pembajak Sawah dan Ketakutan pada Label*
Mengenang 1965 membuat saya lebih banyak teringat pada sosok bapak pembajak sawah yang bekerja untuk orang tua saya. Seorang bapak berusia paruh baya yang setiap musim tanam pada pertengahan 1990an datang ke rumah menawarkan jasa bajak sawah. Waktu itu, membajak sawah menggunakan mesin traktor masih belum jamak. Sebagai gantinya, sawah dibajak dengan menggunakan alat bajak →
-
Kisah Para Sepatu
Satu demi satu, Sepatu-sepatu mulai bertingkah mendedah kisah Bertutur kata layaknya manusia “Memangnya kamu saja yang punya cerita,” begitu kata mereka Satu demi satu, Sepatu-sepatu mulai bertingkah mendedah kisah “Aku sepatu yang paling disayang” kata sepatu tertua Wajahnya usang pertanda usia “Tapi aku yang paling cantik” tukas si sepatu batik “Setiap memakaiku →