-
Apakah Caleg (harus) Tahu EYD?
Bapak saya pernah bilang, yang merusak Bahasa Indonesia adalah orang Indonesia sendiri. Awalnya saya ragu. Tapi dengan kecenderungan yang ada sekarang ini, mau tak mau, saya harus menyepakati omongan Bapak saya itu. Lihat saja contohnya, sekarang, kita lebih terbiasa berbicara dengan bahasa-bahasa gaul, yang bisa dikatakan melenceng dari makna yang sesungguhnya. Misal kata “secara” yang… →
-
Kudu Ngguyu
Akhir-akhir ini saya merasa “kudu ngguyu”. Yaitu semacam perasaan harus tertawa, karena menghadapi logika-logika yang tidak “berjalan” sebagaimana mestinya. Kudu ngguyu juga bisa menjadi sindiran halus, ketika kita menghadapi sikap-sikap tertentu yang menggelikan (untuk tidak menyebutnya memalukan). Kudu ngguyu saya yang pertama, saya rasakan ketika saya melewati Monumen Jogja Kembali (Monjali) pada hari Minggu (1/2)… →
-
Senandung Rindu
Harum tubuhmu sayang, Terselip di setiap ruang pada bayu Di sepanjang jalan yang dilalui waktu Menusuk-nusuk simpul syaraf kesadaranku Memunculkan rasa yang disebut orang: RINDU.. — Jogja, 26th of January 2009 -Hayu- Ditulis sembari mendengarkan Senandung Rindu by Tohpati dan Sutha AFI →
-
Tak Jadi Pulang Sendiri
Sore ini aku tak jadi pulang sendiri Senja menawarkan dirinya untuk mengiringi “Biarkan aku ada di sebelah kananmu”, begitu katanya padaku Awalnya aku heran Tak biasanya senja menemuiku saat aku sendirian Lalu kami bercakap-cakap Sebelum raksasa abu-abu menyeretnya ke barat Kubilang padanya: “Tumben kau mau menemuiku saat aku sendirian saja?” Dia mengangkat kedua alisnya dan… →
-
Duduk Perkara
Pagi ini saya menonton infotainment. Sangat tidak biasa. Karena biasanya saya akan lebih memilih untuk mendengarkan musik atau menyibukkan diri di dapur. Niatnya memang menghibur diri. Meski tidak sampai mati (seperti yang dibilang Neil Postman). Tapi seperti yang sudah saya duga, saya sama sekali tidak terhibur. Saya justru amat sangat kecewa. Jadi begini ceritanya. Pagi… →