Ke Billund Naik Kereta

“Liburan kita “orang tua” banget ya mas sekarang,” ujar saya pada suami saat kami baru saja sampai di Legoland Billund, Minggu (23/6) lalu. Kami berdua terkekeh. Tapi tentu tak ada nada kecewa di sana. Saya berkomentar begitu lebih karena di antara kami berdua tidak ada yang benar-benar menggemari amusement park, tidak ada yang masa kecilnya…

To The Daughters of Mine

“Setapakmu, Kelak mungkin akan berbeda arah denganku. Lajumu, Pasti akan jauh melampaui kecepatanku. Tapi jangan lupa untuk sesekali melambat. Agar kamu bisa merekam apa yang belum terlewat. Tak perlu tergesa. Karena yang sudah terencana akan sabar menunggu di sana. Dan setiap kali kamu pulang, Kita akan berbincang tentang sepatu-sepatu yang kita kenakan.” *** “Those little…

Menyuruh Anak ke Warung

Bagi sebagian orang tua, menyuruh anak membeli sesuatu di warung mungkin hanyalah perkara sepele. Hanya soal permintaan tolong sederhana yang tidak perlu dibesar-besarkan. Apa sih istimewanya mengirim anak berbelanja? Tapi buat saya, menyuruh anak ke warung adalah momen serius yang terkait banyak hal. Tidak hanya soal memberi kepercayaan, tapi juga soal kemandirian, rasa percaya diri…

Kali Kelima

Kami pindah rumah lagi! Ya, awal April lalu kami pindah rumah lagi. Dan ini adalah kepindahan saya yang keempat, serta kelima untuk suami. Sewaktu mengunggah foto terakhir di Stångby beberapa waktu yang lalu, sejumlah kawan mengira kepindahan kami adalah back for good. Bahwa program S3 suami sudah selesai dan kami pulang ke Indonesia. Itu hoax….

Saya batal Golput tahun ini

Saya batal Golput tahun ini. Pemilu tahun ini terasa lebih dilematis daripada sebelum-sebelumnya. Kenapa? Karena pilihannya bukan lagi madu lawan cuka. Tapi cuka merek A atau cuka B. Sama saja asamnya. Salah satu kandidat sama sekali bukan pilihan untuk saya. Mereka yang masa kecilnya mempertanyakan ketiadaan pilihan (kenapa harus suka kuning kalau sukanya warna lain,…