Jeritan Anak Semua Bangsa tentang Bumi Manusia

Tak biasanya saya berisik (atau sebut saja nyinyir) di dunia maya. Kalaupun pernah, masih bisalah dihitung dengan jari. Saya memang sengaja tidak mengumbar pendapat dan preferensi di akun-akun media sosial. Saya tak ingin mengumbar pilihan dan keberpihakan. Baik dalam hal politik atau remeh temeh keseharian. Alasannya sederhana, tak ingin terjebak dalam ingar bingar pendapat tak…

Segenggam Daun So dan Sepetak Tanah di Belakang Rumah

Pohon Melinjo, yang bernama latin Gnetum gnemon, lebih lazim disebut dengan pohon So di kampung halaman saya. Saya tidak tahu persis dari mana sebutan itu berasal, tapi pohon So adalah salah satu tanaman yang mudah ditemui di halaman belakang rumah-rumah. Mungkin karena pohon ini termasuk mudah tumbuh di tanah yang kering dan berkapur. Mungkin juga…

Di Bawah Pohon Berdaun Salju | Under The Snow-Leaf Tree

Di bawah pohon berdaun salju itu, kutemukan kita. Duduk berdua menatap ranting-ranting putih yang mulai merenta. Aku akan mengeluh kedinginan. Lalu kau akan merapatkan pelukanmu. Dan para tetangga akan bertanya-tanya. Untuk apa kita duduk berdua di bawah pohon berdaun salju. Saat suhu tak mau bergerak dari titik beku. Yang tak mereka tahu, di bawah pohon…

Catatan Akhir (Kuliah) S2

Beberapa bulan terakhir, saya menerima pertanyaan dari beberapa rekan tentang bagaimana rasanya kuliah S2 bareng suami dan punya bayi. Lebih tepatnya, how did we do it? How did we survive? 😀 Saya tidak langsung merespons. Sebagian karena saya sendiri sudah hampir lupa. Ngomong-ngomong, saya kuliah master tahun 2011-2012 jadi sudah lebih dari lima tahun yang…

Sepatu

Wajah saya mendadak sumingrah saat kami melewati satu toko di Klostergatan. Sayapun berhenti sebentar. Menatap etalase di depan saya dengan mata berbinar. “Waaaahhhh, bagus banget sepatunya,” kata saya sambil menunjuk sepatu boots berbahan kulit dan berwarna dusty pink. Suami saya hanya tersenyum kecil lalu berujar: “Ada apa sih dengan kamu dan sepatu?” Ya. “Ada apa…