Senandung Rindu

Harum tubuhmu sayang,

Terselip di setiap ruang pada bayu

Di sepanjang jalan yang dilalui waktu

Menusuk-nusuk simpul syaraf kesadaranku

Memunculkan rasa yang disebut orang: RINDU..

Jogja, 26th of January 2009

-Hayu-

Ditulis sembari mendengarkan Senandung Rindu by Tohpati dan Sutha AFI

Advertisements

11 thoughts on “Senandung Rindu

  1. Say, meski jarang komen kalo kamu posting puisi, kali ini kuacungi 4 jempolll deh *dengan 3-el ben mantebbb

    Singkat dan ngena ke daku yang lagi melankoli ini. Huhuhu, kangen bojokuuu. Padahal ini baru rabuuu…

    (rimanya bagus ya *halah*)

  2. dasar saudara kembar, melu-melu wae, btw, aku jg habis bikin puisi tentang separuh hidup alias garwa alias sigaraning nyawa, kapan2 deh kuposting..
    ^_^

  3. kadang rindu yang bersenandung layak dicurigai …
    Senandung meminta perhatian …
    penanda pamrih atas pengorbanan,
    padahal …
    rindu sesungguhnya tak berpamrih
    tak terbeli,
    tak terganti,
    ihh … jadi ingat Rumi..
    fly hayu … fly ….

  4. hamemayu sedang merindu
    dirindu sesuatu yang begitu syahdu
    hingga ia melupakan waktu

    disitu hamemayu menunggu
    diiringi lantunan musik yang mendayu
    hamemayu pun semakin merindu

  5. reno: terima kasih sudah mampir dan meninggalkan jejak disini, semoga selalu bisa menemani teman saya yg apa adanya, hehehehe ;p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s