-
Mawar Padang Pasir
Kemarin.. aku menemukan secarik kertas di depan rumah tampak kusam dan sedikit basah oleh sisa hujan semalam kuambil kertas itu dan kubaca isinya: “Aku mengenal seorang perempuan dia sering menyebut dirinya mawar padang pasir waktu kutanya mengapa dia hanya tersenyum dan menjawab aku mawar padang pasir yang mencari oase, begitu katanya padaku … →
-
Kampanye
Seuatu pagi, penyiar di kotak televisi saya mengabarkan perihal kampanye terbuka yang resmi dimulai Senin lalu. Saat itu juga, angan saya tiba-tiba melambung ke pengalaman saya ketika SD. Ternyata, banyak memori tentang pemilu yang masih tersimpan rapi di benak saya. Diantaranya lagu “Pemilihan Umum Telah Memanggil Kita.. Seluruh Rakyat Menyambut Gembira” yang rajin di putar… →
-
Anda, Ingin Jadi Siapa?
Kalau saya ditanya, ingin jadi siapa akhir-akhir ini. Saya akan menjawab dengan tegas: Deddy Corbuzier!!! Kenapa? karena saya sangat ingin bisa mengendarai motor dengan mata tertutup. Saya ingin bisa melewati jalan raya yang hiruk pikuk dengan tenang. Saya ingin bisa menghindarkan diri dari ribuan umbul-umbul kampanye yang menyergap saya dengan informasi-informasi yang tidak saya inginkan.… →
-
Apakah Caleg (harus) Tahu EYD?
Bapak saya pernah bilang, yang merusak Bahasa Indonesia adalah orang Indonesia sendiri. Awalnya saya ragu. Tapi dengan kecenderungan yang ada sekarang ini, mau tak mau, saya harus menyepakati omongan Bapak saya itu. Lihat saja contohnya, sekarang, kita lebih terbiasa berbicara dengan bahasa-bahasa gaul, yang bisa dikatakan melenceng dari makna yang sesungguhnya. Misal kata “secara” yang… →
-
Kudu Ngguyu
Akhir-akhir ini saya merasa “kudu ngguyu”. Yaitu semacam perasaan harus tertawa, karena menghadapi logika-logika yang tidak “berjalan” sebagaimana mestinya. Kudu ngguyu juga bisa menjadi sindiran halus, ketika kita menghadapi sikap-sikap tertentu yang menggelikan (untuk tidak menyebutnya memalukan). Kudu ngguyu saya yang pertama, saya rasakan ketika saya melewati Monumen Jogja Kembali (Monjali) pada hari Minggu (1/2)… →