• Namanya juga Sinetron

    Tulisan ini, lagi-lagi soal televisi, soal keisengan saya akhir pekan lalu, saat saya mencoba menikmati sebuah sinetron di salah satu televisi swasta.. Seperti biasa, saya melalui waktu-waktu saya menonton televisi dengan beragam kometar sinis. Bagaimana saya tidak berkomentar sinis? Banyak kejanggalan dan ketidaklogisan yang saya temui dalam sinetron bergenre drama dan bertema setengah mistis setengah…

  • Jogja yang Lega, UGM yang Lusuh

    Sudah cukup lama saya merindukan dua hal: 1. Jogja yang lega, dan 2. UGM yang lusuh. Saya merindukan Jogja seperti yang digambarkan Marco Kusumawijaya: “Di Jogja ada kepadatan yang tidak menyesakkan, kedekatan yang tidak menghimpit, kemudahan yang tidak memanjakan, keleluasaan dan kesantaian yang tidak mengabaikan karma serta perhitungan akal yang makin memuliakan rasa“. Sekarang, Jogja…

  • Inefisiensi Iklan

    Dalam masyarakat yang sarat kapitalisme industri ini, iklan, melalui medium apapun, telah menjadi realitas sehari-hari yang tidak terelakkan (sama seperti handphone! lebih jelas, baca di postingan saya sebelumnya yang berjudul: Negeri Reg ). Jangankan di televisi, di jalan pun kita dijejali dengan berbagai informasi yang sarat satu makna: Beli!! Beli!! dan Beli!!. Intinya adalah penciptaan…

  • Cerita Gunung Kidul

    Sabtu lalu, saya dan keluarga saya, pergi ke beberapa tempat di seputaran Gunung Kidul. Niatnya hanya mengembalikan kebiasaan lama sambil menghabiskan waktu menunggu saat berbuka. Tapi apa yang saya temui sepanjang perjalanan menuju tempat-tempat itu, mau tak mau membuat saya merenung. Saya memang orang Gunung Kidul, asli, meskipun waktu kecil pernah terobsesi ingin menjadi orang…

  • Cinta dan Pohon Jati

    Cinta itu seperti pohon Jati Kuat dan tak mudah patah Tak rentan ngengat atau tanah yang tak basah Sekali waktu dia sepi dan meranggas Ketika alam disekitarnya menjelma keras Tapi begitu tetes hujan pertama menyentuh bumi Maka hijau daunnya pun bersemi kembali Ah, bagiku, cinta itu seperti pohon Jati