-
Membawa atau Tidak Membawa Keluarga saat Bersekolah di Luar Negeri
Ketika sudah berkeluarga, keputusan untuk studi lanjut di luar negeri bukanlah perkara mudah, mengingat lebih banyak yang harus dipertimbangkan daripada saat masih berstatus lajang. Setidaknya itulah yang dirasakan beberapa orang yang belakangan menghubungi saya, terkait pengalaman saya membawa dan dibawa keluarga bersekolah di luar Indonesia. Saya sendiri cenderung memilih opsi membawa serta keluarga saat studi… →
-
Catatan Akhir (Kuliah) S2
Beberapa bulan terakhir, saya menerima pertanyaan dari beberapa rekan tentang bagaimana rasanya kuliah S2 bareng suami dan punya bayi. Lebih tepatnya, how did we do it? How did we survive? 😀 Saya tidak langsung merespons. Sebagian karena saya sendiri sudah hampir lupa. Ngomong-ngomong, saya kuliah master tahun 2011-2012 jadi sudah lebih dari lima tahun yang… →
-
Daftar Wajib Kunjung Perth
Mengaku meninggalkan sebelah hatinya di kota paling terisolasi di dunia: Perth, saya baru sadar bahwa saya justru sangat jarang menulis apapun (kecuali ini) tentang Perth. Keinginan untuk menulis ini mendadak muncul setelah beberapa kawan meminta rekomendasi tempat-tempat menarik di Perth karena akan mengunjunginya dalam waktu dekat (dan membuat saya iri berat!). Jadi, keirian itu saya… →
-
“Are We There Yet?” Di Balik Perjalanan Seorang Traveler Mommy
Sebagai seorang traveler mommy, saya sudah mengajak anak saya traveling sejak ia masih di dalam kandungan. Mulai dari mengunjungi pernikahan ke Pekalongan, menjajal hidup sendiri di rimba raya Jakarta, hingga snorkeling di Karimun Jawa, semua pernah saya lakukan dalam rentang 9 bulan masa kehamilan. Saya beruntung, semua momen-momen itu berlalu dengan baik tanpa drama yang berarti.… →
-
Dilema Mengenalkan Multi Bahasa ke Anak
Saya tidak tahu apakah ini perasaan saya saja, atau rata-rata orang tua di luar sana juga merasakan hal yang sama. Tapi saya merasa, menjadi orang tua sering menempatkan kita pada situasi yang kompleks. Antara mau begini. Tapi juga begitu. Ingin yang ini. Tapi mau juga yang itu. Kita sebut saja perasaan kompleks itu sebagai dilema.… →