-
Kosakata Asmara
Sudah lupakah kamu? Pada kosakata asmara yang mesra kita umbar di waktu-waktu dulu? Sudah lupakah kita? Pada peribahasa cinta yang menghiasi hari-hari kita nyaris tanpa jeda? Mengapa kini tak lagi ada kata bersalut gula? Kalimat berbalut rayuan gombal? Atau frase penuh bisikan rindu? Barangkali kita hanya kehabisan diksi Atau mungkin kata-kata tak diperlukan lagi Mungkin →
-
The Alphabetical Dreams
What do I do to make all my dreams come true? I grab a pen and I start with an A I think about B and wonder what happen with C and D Then I’ll finish everything with a Z … What do I do to make all my dreams come true? I grab a →
-
Mukiyo in Action
Mungkin puisi-puisi berikut bisa menjelaskan mengapa Tulkijem begitu terperdaya oleh Mukiyo 🙂 “Bandung sudah lewat, Tapi aku bawa sesuatu, Untuk hati yang selalu tertambat, Untuk cinta yang kian lekat, Untuk kekasihku: Hayu” (ZH, 2006) — “Barangkali aku bukan lelaki sempurnamu, Bisa jadi aku juga bukan kekasih harapanmu, Tapi satu yang pasti, Aku selalu mencintamu, Hayu. →
-
Puisi Akademis
Di negeri ini, gerimis tak lagi liris Kata-kata sudah hilang makna Yang ada hanya mempedulikan tema dan tanda baca Di negeri ini, hidup bertumpu pada analisis Jangan berkata jika tak ada sumbernya Jangan berprasangka jika tak ada data Inilah negeri di mana puitis harus mengemis Negeri di mana imajinasi menjadi najis Negeri yang penuh puisi →
-
Berharap Hujan Turun
Saya rindu hujan, Saya kangen pada aroma tanah basah yang dibawa gerimis Pada rintik yang turun satu-satu Pada riak genangan air yang membasahi jalanan berdebu — Saya rindu hujan.. Rindu menatap dari balik jendela berteman teh dan tawa Rindu bergelung dalam selimut lama-lama →