• Bahasa (Juga) Kenal Usia

    Saya punya seorang teman, panggil saja dia Ardi. Usianya terpaut cukup jauh dari saya, tapi kami lumayan sering berdiskusi dan berbagi cerita, dari obrolan berat soal politik hingga diskusi ringan mengenai keluarga. Ardi belum lama pulang kembali ke Indonesia. Profesinya sebagai seorang dosen mengharuskan ia meninggalkan tanah air tercinta ini demi meraih gelar master–kemudian doktor–di…

  • Mengukur Mental Melalui Metal

    Akhir-akhir ini, saya merasa miris setiap kali menyalakan kotak televisi di kamar saya. Bukan, bukan karena televisinya, bukan juga karena kamar saya, tapi karena isi yang disampaikan oleh kotak ajaib tersebut. Terutama ketika mereka menyiarkan berita mengenai Jembatan Suramadu yang diresmikan beberapa waktu lalu. Bagaimana saya tidak miris? Baru beberapa hari sejak jembatan tersebut mulai…

  • Semalam bersama “Perempuan Berkalung Sorban”

    Sebagai penikmat film, jujur, saya kerap dikecewakan oleh film Indonesia. Seperti semalam, misalnya, saat saya menonton “Perempuan Berkalung Serbet”, maaf, maksud saya “Perempuan Berkalung Sorban”. Sebelumnya, saya sama sekali tidak tertarik untuk menonton film ini. Tapi demi keperluan riset yang tengah digagas suami saya, maka saya menyempatkan diri untuk menonton. Perempuan berkalung sorban berkisah mengenai…

  • Siapa Berhak atas Hak Cipta?

    Perhatian saya atas hak cipta, awalnya dipicu oleh hal-hal yang personal.  Sekitar tiga tahun yang lalu, saya mengalami peristiwa yang tidak mengenakkan tentang hasil karya/kreasi saya. Ceritanya begini, pada suatu ketika, saya menulis tentang perasaan dan pengalaman diri saya di blog saya (lebih jelas lihat disini). Di situ saya menulis tentang ketidaknyamanan saya, tentang rasa…

  • Etika vs Hukum

    Sebenarnya, tidak ada yang perlu dipertentangkan dalam kajian etika maupun hukum. Masing-masing punya ranahnya sendiri. Etika di ruang privat. Hukum di ruang publik. Sayangnya, kita seringkali terjebak untuk menyandingkan keduanya. Membandingkan. Mempertentangkan. Tanpa memahami lebih dulu konten dan konteksnya. Logika pikir itulah yang mulai banyak dimiliki oleh masyarakat kita. Mentang-mentang hukum sanksinya lebih riil, lebih…