-
Jogja yang Lega, UGM yang Lusuh
Sudah cukup lama saya merindukan dua hal: 1. Jogja yang lega, dan 2. UGM yang lusuh. Saya merindukan Jogja seperti yang digambarkan Marco Kusumawijaya: “Di Jogja ada kepadatan yang tidak menyesakkan, kedekatan yang tidak menghimpit, kemudahan yang tidak memanjakan, keleluasaan dan kesantaian yang tidak mengabaikan karma serta perhitungan akal yang makin memuliakan rasa“. Sekarang, Jogja… →
-
Warung Nusantara, Warungnya Koes Plus Mania
Tempat-tempat makan berbasis komunitas banyak menjamur di Jogja. Mulai dari angkringan. lesehan hingga kedai kopi. Tapi tak banyak yang mengusung tema komunitas penggemar musik tertentu (grouppies). Warung Nusantara adalah satu dari yang sedikit itu. Terletak di Dongkelan, Kabupaten Bantul, warung ini mencoba menawarkan suasana khas Koes Plus untuk para pelanggannya. Tidak main-main, warung ini tak… →
-
Menikmati Senja di Perbatasan Jogja
Jogja masih sore ketika saya dan seorang teman sampai di tempat ini. Sekilas, tak ada yang istimewa. Apa sih menariknya sebuah tempat yang hanya kebetulan lebih tinggi dari dataran di sekitarnya?. Tapi benar kata Tukul: “Don’t judge the book by its cover”, jangan menilai buku melalui sampul luarnya. Di balik kesannya yang sederhana, bukit yang… →
-
Geliat Ruang Publik Jogja
Sejak tujuh tahun yang lalu, sejak saya memutuskan untuk hijrah dari kota kecil saya ke Jogja, saya selalu melewati tempat yang sama setiap hari: Alun-alun selatan. Maklum, rumah tempat saya mondhok, memang di dekat situ. Sejak lima tahun itu pula saya menyadari perubahan-perubahan yang terjadi pada dataran berbentuk persegi tersebut. Masyarakat menamainya alun-alun, yang artinya… →