Investasi Perlengkapan Bayi

Sejak sebelum punya anak, saya sudah mudah tergoda dengan barang-barang perlengkapan bayi yang lucu-lucu, yang seperti melambai-lambai minta dibawa pulang. Belakangan ketika sudah punya anak, saya sadar banyak perlengkapan bayi yang sebenarnya enggak butuh-butuh amat untuk dibeli. Dari situ saya belajar melakukan semacam “investasi.” Membeli perlengkapan bayi yang memang benar-benar nyaman, berguna dan tahan lama, bukan sekedar “cute” saja. Tentu saja melalui proses trial and error juga. Ada barang-barang “tidak berguna” yang pernah saya beli sewaktu anak pertama saya lahir dulu. Misal saya pernah beli pelindung lutut, sepatu (bayi yang belum berjalan sebenarnya tidak perlu sepatu, bukan? 😅) atau detergen khusus bayi.

Dari beberapa pembelian, berikut adalah daftar perlengkapan bayi terbaik yang pernah saya beli. Siapa tahu bisa menjadi referensi bagi mereka yang merencanakan punya anak, atau sekedar ide kado.

1. Gendongan

Banyak jenis dan model gendongan bayi yang dijual di toko-toko. Salah satu yang diklaim paling nyaman adalah model tradisional alias jarik. Tapi entah karena apa, saya tidak pernah bisa memakai gendongan model jarik tersebut. Sudah mencoba beberapa kali, bahkan sejak sebelum punya anak, ke ponakan dan sepupu, tapi selalu melorot. Akhirnya ketika punya anak, pilihan jatuh ke gendongan model kangguru atau baby wrap. Untuk anak pertama, saya menggunakan baby wrap merek Hanaroo, sementara untuk anak kedua saya menggunakan merek Boba. Model ini memang cenderung ribet karena harus dililit-lilit sendiri tapi sudah terbukti paling nyaman buat saya dan anak-anak saya. Mereka bisa tidur pulas sementara tangan saya bergerak bebas. Juga tidak pegal di bahu karena berat didistribusikan ke seluruh punggung.

Ketika memilih gendongan, saran saya sebisa mungkin mencoba dulu, pinjam teman atau di toko, karena biasanya cocok-cocokkan. Buat saya model kangaroo mother care paling enak. Tapi ada juga yang bilang kurang cocok. Sementara saya pernah mencoba milik Tri-Cotti yang menurut teman saya lebih praktis tapi saya justru tidak bisa memakainya dengan benar. Sudah saya coba mengikuti video tutorial dan tetap gagal 😅

Secara bahan, kualitas Boba lebih bagus daripada Hanaroo, terutama soal elastisitas dan perawatan. Hanaroo harus dicuci tangan dan lebih mudah molor, sementara Boba bisa dicuci mesin dan untuk mengembalikan elastisitas semula cukup dikeringkan di mesin pengering. Boba wrap yang saya pakai sekarang saya beli bekas di marketplace Facebook dengan harga 225 kronor jadi lebih murah dari harga aslinya.

Menurut saya, gendongan ini cocok untuk bayi di bawah 6 bulan karena bentuknya mengikuti tubuh. Plus biasanya umur segitu kan belum jalan jauh jadi tak apa ribet sedikit. Hehe.

Model gendongan lain yang saya gunakan adalah Boba 3G. Saya membeli gendongan model ini tahun 2012 karena waktu itu kami mau jalan-jalan agak lama bersama anak pertama saya yang berumur 2 tahun. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, model wrap kami rasa kurang praktis. Terlebih saat pemeriksaan di bandara. Ribet bongkar dan pasangnya. Boba 3G saya pilih setelah membandingkan dengan beberapa model yang lain, termasuk Ergo. Kenapa Boba 3G? Pertama karena waktu mencoba Ergo, shoulder strapnya melorot terus. Kedua, reviewnya lebih cocok untuk tinggi badan saya dan dilengkapi penyangga kaki. Ketiga karena Boba tidak sepasaran Ergo, hehe. Waktu itu model yang tersedia hanya wrap, 2G dan 3G. Sekarang sudah ada model Air dan 4G. Saya membeli Boba 3G seharga AUD $159.50 (belum termasuk shipping). Kalau sekarang harganya pasti jauh lebih murah daripada itu.

Harga segitu memang lumayan untuk gendongan bayi. Tapi mengingat bahwa gendongan itu bertahan dan berfungsi baik hingga sekarang, dan sudah dipakai oleh anak pertama sejak di Australia, dipakai sebagai pengganti sabuk waktu memboncengkannya dengan motor di Indonesia dan sekarang dipakai anak kedua di Swedia, saya merasa gendongan ini adalah salah satu best purchase yang pernah saya lakukan.

2. Penutup telinga

269618_10150660805195094_6706028_nInformasi soal pelindung telinga ini saya peroleh dari mbak Mala. Awalnya tertarik membeli hanya untuk mengantisipasi supaya bayi tidak rewel di perjalanan karena terganggu suara pesawat atau kereta. Tapi ternyata cukup ampuh juga untuk menonton acara-acara yang cukup bising seperti pesta kembang api 😆. Dan karena anak pertama saya sempat takut dengan kembang api, jadilah ear muff ini salah satu pelindung andalan.

Belakangan setelah anak kedua saya lahir, ear muff ini saya pakaikan ke baby K kalau sedang menggunakan food processor yang suaranya cukup ”mengganggu.” Merek yang saya gunakan adalah 3M Peltor Kid Ear Muff. Menurut saya kualitas ear muff ini sangat bagus karena masih awet dipakai hingga sekarang.

3. Finnish Baby Box

Menjelang kelahiran anak kedua saya, saya sempat dibuat senewen soal belanja perlengkapan bayi. Pasalnya, barang-barang untuk bayi harganya sangat mahal di Swedia. Jarak yang cukup jauh dengan anak kedua dan kondisi yang sedang jauh dari keluarga membuat hanya beberapa barang anak pertama saya yang bisa diwariskan. Selebihnya harus mulai dari nol lagi. Plus, anak kedua saya lahir di musim dingin, jadi banyak printilan yang harus disiapkan. Beruntung beberapa teman memberikan barang-barang bekas bayinya ke saya sehingga saya tak perlu membeli semuanya. Tapi tetap saja ada yang perlu disediakan. Lalu suatu hari, teman saya menginfokan soal Finnish Baby Box, paket perlengkapan bayi dari lahir hingga berumur satu tahun. Produk ini diadaptasi dari program pemerintah Finlandia yang memberikan boks serupa untuk setiap bayi yang baru lahir. Di dalamnya terdapat 31 item berupa baju, celana, kaos kaki, handuk, boneka, topi, dll.

Harganya memang cukup mahal, tapi kalau dihitung per biji tetap lebih murah daripada beli satu-satu. Overall musim dingin misalnya, untuk merek yang sama yang digunakan oleh Finnish Baby Box, satunya dijual seharga 899 kronor. Sedangkan jaket fleece dan topi masing-masing dijual 379 kronor dan 269 kronor. Jadi untuk tiga item saja, totalnya sudah mencapai 1547 kronor. Selain itu, boksnya yang memang didesain sebagai pengganti boks bayi ternyata sangat bermanfaat buat kami yang kamar bayinya jadi satu dengan kamar orang tua. Anak saya tetap tidur terpisah, tapi boksnya dekat dari kasur sehingga memudahkan saat harus menyusui di malam hari. Boks tersebut dipakai tidur oleh anak saya sejak lahir sampai umur 4 bulan. Lalu sekarang beralih fungsi menjadi kotak bermain. Jadi meskipun invest cukup banyak di awal, untuk situasi kami, pembelian ini cukup worth it.

4. Stroller

Awalnya saya ragu untuk berinvestasi dalam hal stroller. Selain karena harganya yang cukup mahal juga karena khawatir anak kedua saya tidak akan menyukai stroller seperti kakaknya dulu. Tapi kemudian dengan berbagai pertimbangan (termasuk umur simbok  yang sudah tidak 25 lagi jadi enggak bisa lama-lama gendong 😂), kami memutuskan untuk membeli stroller yang cukup tangguh terutama untuk digunakan di cuaca Sweden yang ya begitulah 😆.

Setelah mengecek review ini-itu dan membandingkan merek satu dengan yang lain, pilihan saya mulanya jatuh pada Britax Smile 2. Tapi kemudian, saya mengunjungi salah satu toko perlengkapan bayi di Lund untuk memastikan apakah memang stroller tersebut nyaman dipakai dan  pilihan saya berubah menjadi Emmaljunga NXT60F 😀

Ada beberapa alasan mengapa saya berganti pilhan. Pertama, ternyata Emmaljunga lebih berat dan kokoh dibandingkan Britax, jadi lebih cocok untuk cuaca di Swedia yang sering berangin. Kedua, seri Emmaljunga yang saya pilih ini model yang bisa rata dudukannya (flat) sehingga meskipun saya tidak membeli bagian untuk tidurnya (di sini disebut liggdel) saya tetap bisa menggunakannya sejak bayi baru lahir karena sudah punya soft carrier (mjuklift) yang bisa dipasang di atas dudukan. Ketiga, seri ini waktu itu sedang promo harga khusus jadi lebih murah dari harga aslinya. Haha! Keempat, belajar dari pengalaman anak pertama dulu, saya ingin membeli stroller yang benar-benar nyaman untuk bayi dan bisa dipakai lama. Menurut saya, salah satu alasan kenapa anak pertama saya dulu tidak terlalu suka stroller adalah karena model yang dia pakai kurang nyaman. Waktu itu, kami hanya memiliki stroller ringkas model foldable yang dibeli dari KMart seharga $28 😀 . Dudukannya tidak bisa diubah jadi ketika si anak tidur, posisinya kurang nyaman. Sementara yang model sekarang, dudukannya bisa diatur tegak, setengah tegak dan tidur (rata). Bisa juga menghadap ke depan atau ke belakang (mengurangi kemungkinan munculnya separation anxiety). Roda dan rangkanya tangguh untuk medan bersalju dan berangin. Cukup ramping alias tidak bulky.

5. Breast Pump

Saya bukan pengguna pompa ASI rutin. Jadi yang akan saya tuliskan di sini adalah pompa ASI standar yang cukup untuk occasional pumping, bukan untuk nyetok. Merek yang saya gunakan adalah Medela Harmony manual untuk anak pertama dan Philips Avent manual untuk anak kedua. Kedua pompa tersebut menurut saya bagus dari segi kemudahan pemakaian, harganya yang terjangkau dan bentuknya yang ringkas. Tapi kalau membutuhkan pompa ASI yang lebih nyaman (tidak bikin capek) serta untuk pemakaian rutin, sebaiknya memilih yang model elektrik.

6. Trunki

1098479_10153128945300094_798561800_nSalah satu barang milik anak pertama saya yang sekarang digunakan oleh anak kedua adalah Trunki. Koper ini lebih cocok untuk toddler, karena bisa ditarik dan dijadikan pengganti tempat duduk. Lumayan membantu saat jalan-jalan dengan anak karena mereka jadi bisa (dan mau) membawa kopernya sendiri. Kapasitasnya lumayan banyak, cukuplah untuk kebutuhan anak-anak dalam perjalanan. Bahannya juga ringan, tahan air, dan cukup kuat (tidak gampang rusak).

Berbelanja perlengkapan bayi memang gampang-gampang susah. Saran saya, sebaiknya selalu mencoba dulu sebelum membeli untuk memastikan kecocokan. Bisa dengan meminjam, menyewa, atau coba saja di tokonya langsung. Bisa juga dengan membeli barang preloved sehingga harganya tidak terlalu mahal sekaligus lebih ramah lingkungan.

Untuk beberapa item, saya biasanya tetap melihat/mencoba barangnya di toko baru memutuskan untuk membeli langsung atau secara online. Di Swedia, harga beberapa barang memang jauh lebih murah di toko online, tapi untuk item-item khusus seperti stroller, saya memilih membeli langsung di toko karena ternyata beberapa merek tidak menerima servis paska pembelian apabila produknya dirakit sendiri oleh pembeli.

Kalau Anda sendiri, produk bayi terbaik apa yang pernah Anda beli?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s