Menu-menu Gampang di Perantauan

Salah satu hal yang sering dikeluhkan ketika tinggal di luar negeri adalah soal makanan. Lidah Indonesia yang terbiasa dengan nasi dan makanan yang dibalut berlayer-layer bumbu membuat makanan luar jadi seolah tak berasa. Tidak mengenyangkan. Atau minimal membosankan. Makanan adalah juga salah satu hal yang kerap membuat orang Indonesia homesick, alias kangen rumah alias tidak betah di negeri orang. Alhasil, telor ceplok, kecap manis, saus sambal, dan mie instan menjadi andalan.

Terima kasih pada globalisasi, bahan-bahan Asia semakin mudah dijumpai di luar Asia. Bahkan di Lund, ada satu toko Thailand yang menjual banyak produk-produk Indonesia. Dari mulai yang serius macam bumbu gado-gado hingga yang banal seperti bon cabe 😀 . Tapi, tentu saja, harganya sering tidak bersahabat. Bikin sakit hati kalau dikonversi ke rupiah. Hihi. Jadi tidaklah budget friendly kalau setiap hari harus bikin soto dan rawon. 😄

Beruntung saya sekeluarga gampang makan apa saja. Nasi jelas suka. Pasta boleh. Roti dan kentang pun tidak masalah. Meskipun kami masih cukup sering memasak menu-menu Indonesia, kami juga kerap menyisipkan menu-menu luar yang gampang dibuat sebagai selingan. Selain supaya tidak boros. Juga karena makan nasi terlalu banyak itu bikin perut buncit, saudara-saudara. Ahaha.

Berikut saya rangkum menu-menu yang beberapa kali saya buat selama tinggal di Perth, di Jogja maupun di Lund. Menu-menu ini sudah “dikurasi”, alias sudah mendapatkan pengakuan dari suami (yang lebih ahli soal makanan sebagai mantan chef Kayu Manis Kafe Kebab dan kitchen-hand Bintang Cafe 😂) juga beberapa kawan yang sudah mencicipi menu-menu tersebut di Pawon Janturan maupun Stångby Kitchen.

1. Creamy chicken penne

13631680_10157242877565094_2394341182841801733_nMungkin  ada yang belum tahu bahwa pasta itu tidak hanya spaghetti dan sausnya tidak cuma bolognese. Di antara sekian banyak jenis pasta, favorit saya justru penne. Bosan dengan saus tomat yang pekat, suatu hari saya menemukan menu ini di linimasa Facebook. Sayang link videonya sudah tak ada. Ini resep yang telah saya modifikasi:

Bahan:

  • Dada ayam tanpa tulang
  • Penne
  • Paprika merah hijau kuning (biar kayak lampu lalu lintas 😛 )
  • Susu cair
  • Keju parut
  • Merica bubuk
  • Minyak zaitun
  • Bawang bombai
  • Bawang putih bubuk
  • Kunyit bubuk
  • Cabe bubuk.

Cara masak:

  • Tumis ayam yang sudah dipotong kecil-kecil dengan minyak zaitun sampai setengah matang lalu sisihkan.
  • Tumis bawang bombay dan paprika sampai layu di bekas tumisan ayam tadi, lalu masukkan ayam, merica, bubuk bawang putih, bubuk cabai dan bubuk kunyit, aduk sampai rata.
  • Masukkan susu sedikit-sedikit, lalu penne, aduk sampe penne matang (tambahkan susu jika penne belum cukup empuk).
  • Tambahkan keju, masak sampai kental dan matang.

2. Broccoli and Ground Beef Quiche

29101663_10160214931530094_505703953535598592_n

Salah satu signature dish saya yang sudah diacc oleh lidah Indonesia maupun manca. Hahaha. Resep asal Prancis ini saya kenal pertama dari serial Bone karangan Jeff Smith. Diceritakan dalam serial itu bagaimana monster tikus yang jadi salah satu tokoh begitu menggemari quiche. Saya yang penasaran pun jadi tertarik mencari tahu apa sih sebenarnya quiche itu. Setelah berulang kali membuat, menu ini kini jadi andalan saya kalau ada teman non Indonesia yang datang ke rumah.

Resep yang saya gunakan diadaptasi dari allrecipes. Resep aslinya tidak menggunakan daging giling. Untuk yang biasa saya buat, daging gilingnya ditumis bersama bawang bombay dan bawang putih. Lalu brokolinya saya rebus dulu setengah matang. Selebihnya sesuai petunjuk yang ada di resep.

Tips: Karena saya belum berhasil bikin pastry sendiri, biasanya saya beli pastry langsung jadi di supermarket. Bisa pakai pie crust atau butter crust kalau mau lebih crunchy.

3. Lemon and Rosemary Grilled Chicken

Memanggang ayam itu menurut saya gampang-gampang susah. Apalagi kalau maunya garing di luar tapi empuk dan juicy di dalam (halah). Tapi akhirnya setelah beberapa kali percobaan, saya menemukan juga resep yang cocok.

Menu yang saya buat diambil dari sini dengan beberapa modifikasi:

  • Saya lebih suka menggunakan ayam bertulang (paha atas dan bawah) bukan dada ayam.
  • Saya memanggang dengan griller di oven (bukan outdoor grill) di suhu 225C (durasi tergantung selera tingkat kematangan)
  • Saya menggunakan garam biasa dan menghapus mustard dari daftar bahan.
  • Saya menggunakan rosemary kering bukan segar.

Tips: Daging ayam yang sudah dilumuri bumbu saya diamkan setidaknya sejam sebelum dipanggang. Lebih lama diperam, daging jadi lebih empuk dan bumbu jadi lebih meresap. Gampang dibuat dan enak dimakan dengan kentang panggang atau jagung rebus. Nyam-nyam.

4. Cream Cheese Cookies

Saya adalah penggemar cemilan manis, sementara Zaki tak terlalu suka gula-gula. Maka sudah lama saya mencari cemilan yang cocok untuk kami berdua. Setelah sekian trial and error, pilihan jatuh pada cream cheese cookies. Satu-satunya kue yang berhasil membuat Zaki merequest: “bikin lagi dong” :D.

Menu saya ambil dari Cakescottage. Saya tidak memodifikasi resep yang satu ini karena menurut saya, membuat kue berbeda dengan membuat masakan yang lain. Dibutuhkan tingkat ketelitian yang pas untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Jadi untuk yang satu ini, saya tidak berani coba-coba 😀

5. Swedish Pancake

18622406_10158842382880094_5974855119796123311_nBerbeda dengan kue dadar pada umumnya yang cenderung tebal dan meninggalkan rasa pekat ragi di lidah, pancake Swedia lebih tipis, kenyal, gurih dan sama sekali tidak menggunakan ragi atau pengembang.

Menu ini menjadi andalan saya kalau Hayya mengundang teman-temannya untuk playdate di rumah. Selain gampang, panekuk yang satu ini enak dimakan dengan madu, gula bubuk, atau kalau mau lebih Swedia lagi: Lingonberry Jam! 😀

Resep ini saya peroleh dari salah seorang kawan yang asli Swedia dan mewarisi resep ini dari ibunya. Modifikasi yang saya lakukan hanyalah mengurangi jumlah telur (dari 4 ke 3 atau 2 tergantung ukuran) karena saya tidak terlalu suka telur. Hehe.

Bahan:

  • 4 butir telur
  • 1.5 cup susu cair
  • 1 cup tepung terigu
  • 1/2 sendok teh garam
  • Butter

Cara membuat:

  • Campur semua bahan sampai rata
  • Panaskan wajan, masukkan butter, lalu tuang adonan
  • Ratakan tipis-tipis, balik ketika mulai kecoklatan, lalu lipat dua kali
  • Siap disajikan!

 

Jadi, mau makan apa hari ini?

Advertisements

One Comment Add yours

  1. Heri Jaya says:

    bagus sekali, saya jadi tambah mengerti,,ijin ninggalin jejak 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s