I have loved you for thousand years, I will love you thousand more.
I have loved you for thousand years, I will love you for a thousand more.

 

Dan masih saja kuteringat,

Pada bulan itu di hari yang kedua puluh empat,

Pada senja yang menyapa sesaat

Pada hangat,

Secangkir kopi dan segelas teh pekat.

Ah, bagaimana aku bisa lupa?

Pada rintik yang mengurung kita di perbatasan Jogja,

Pada kata yang kau rangkai tanpa jeda,

Pada jiwa,

Yang tiba-tiba saja merasa bahagia.

Tanpa kita mau,

Takdir bermula di hari kedua puluh empat di bulan itu.

Tanpa kita tahu,

Hati sepakat meluruskan niat dan menggenapkan rindu,

Sore itu.

Jogja, 24 Mei 2006 – 24 Mei 2013

Leave a comment

The author

Hayu Hamemayu is a word bender, whose work has appeared in The Conversation Indonesia, The Jakarta Post, Media Indonesia, Kompas, Majalah Kartini, Indonesia Travel Magazine, and The Newbie Guide to Sweden among others.