Satu demi satu,

Sepatu-sepatu mulai bertingkah mendedah kisah

Bertutur kata layaknya manusia

“Memangnya kamu saja yang punya cerita,” begitu kata mereka

 

Satu demi satu,

Sepatu-sepatu mulai bertingkah mendedah kisah

 

“Aku sepatu yang paling disayang” kata sepatu tertua

Wajahnya usang pertanda usia

 

“Tapi aku yang paling cantik” tukas si sepatu batik

“Setiap memakaiku orang selalu melirik.”

 

“Kalian tak lagi dipuja seperti aku,” ujar si sepatu baru

Wajahnya mulus belum lagi berdebu

 

Sepatu-sepatu lalu berdebat siapa yang paling hebat

Baru berhenti saat si empunya sepatu lewat

 

Sepatu-sepatu lalu diam seribu bahasa

Manusia tak perlu tahu mereka punya cerita..

 

Perth, 23 Oktober 2012

2 responses

  1. I love those shoes!!!

    1. Thank you 🙂

Leave a comment

The author

Hayu Hamemayu is a word bender, whose work has appeared in The Conversation Indonesia, The Jakarta Post, Media Indonesia, Kompas, Majalah Kartini, Indonesia Travel Magazine, and The Newbie Guide to Sweden among others.