Sudah lupakah kamu?
Pada kosakata asmara yang mesra kita umbar di waktu-waktu dulu?

Sudah lupakah kita?
Pada peribahasa cinta yang menghiasi hari-hari kita nyaris tanpa jeda?

Mengapa kini tak lagi ada kata bersalut gula?
Kalimat berbalut rayuan gombal?
Atau frase penuh bisikan rindu?

Barangkali kita hanya kehabisan diksi
Atau mungkin kata-kata tak diperlukan lagi

Mungkin kata tak lagi bisa merangkum semua
Mungkin cinta kita terlalu kaya untuk diungkapkan lewat huruf dan angka.

Jogja, 9 Desember 2011

2 responses

  1. damn. kena banget nih sama tulisan ini 😦

    1. Ga maksud lho ya, hehehe 🙂

Leave a comment

The author

Hayu Hamemayu is a word bender, whose work has appeared in The Conversation Indonesia, The Jakarta Post, Media Indonesia, Kompas, Majalah Kartini, Indonesia Travel Magazine, and The Newbie Guide to Sweden among others.