• Mukiyo in Action

    Mungkin puisi-puisi berikut bisa menjelaskan mengapa Tulkijem begitu terperdaya oleh Mukiyo 🙂 “Bandung sudah lewat, Tapi aku bawa sesuatu, Untuk hati yang selalu tertambat, Untuk cinta yang kian lekat, Untuk kekasihku: Hayu” (ZH, 2006) — “Barangkali aku bukan lelaki sempurnamu, Bisa jadi aku juga bukan kekasih harapanmu, Tapi satu yang pasti, Aku selalu mencintamu, Hayu.… →