-
Sajak Cinta-Rangga
Kemarau yang basah, Membawa serta rindu yang gelisah Sementara batin terus bertanya, Akankah kita kembali bertemu setelah tujuh purnama? … Juli yang dingin, Membawa serta kenangan delapan musim Sementara hati tak sabar menunggu, Menanti sehari terasa sewindu … Aku dan kamu bukanlah Cinta dan Rangga, Tapi jarak, Menempatkan kita pada nasib yang sama.. Jogja-Lund 28 →
-
Hujan Bulan Juli
“Masih ingatkah engkau? Pada hujan di bulan Juli? Pada gerimis yang tetiba hadir Dan rintik memantulkan senja, Pada kaca-kaca jendela? … Tak ada yang lebih liris, Dari gerimis di bulan Juli Tak ada yang lebih cantik, Dari rintik di bulan Juli Dan tak ada yang lebih rindu, Daripada kau dan aku” (Terinspirasi dari Hujan →
-
You, yes You!
Some people said we live a perfect love. We met, and we just knew that we’re right for reach other. Maybe it’s true. Or maybe it isn’t. Our love story is not just a fate. It’s not something we simply take for granted. We work on it every single day. Life isn’t some romantic comedy →
-
Tapi Rindu
Kembang tak pernah mengeluh, Pada angin yang membuatnya jatuh. … Pasir tak pernah berisik, Saat laut mendadak surut, atau beriak naik. … Sementara aku terus mengeluh. Tentang jarak yang membuatku rapuh. … Sungkan aku pada kembang, Malu aku pada pasir, Tapi aku takluk, Pada rindu. … Jogja-Lund 18 Juli 2016 →
-
Antara aku, kamu dan marshmallow
Coklat panas yg kupesan belum juga tersentuh saat kenangan demi kenangan perlahan menyeruak. Mengombang-ambingkan perasaanku serupa marshmallow warna-warni di coklat panas itu. Tak kuhiraukan tatapan heran orang-orang pada pesananku siang ini. Matahari musim panas dan segelas coklat panas bukanlah kombinasi yang lazim (Kalau tidak mau menyebutnya aneh). Belum marshmallow berwarna pelangi yang tak cocok →