Bagaimana Caranya Merindumu?

“Sengaja tak lagi kulirik jam yang berdetik.

Agar tak terasa lama, saat-saat kita kembali bersua.

Karena sungguh, aku tak tahu lagi bagaimana caranya menunggumu.

Bait-bait kangenku mulai sumbang.

Kalimat-kalimat rinduku mulai berulang-ulang.

Mungkin rasaku telah kehabisan kosakata.

Menantimu telah mementahkan semua frasa.

Atau mungkin sudah saatnya kamu pulang.

Agar semua kerinduan ini cukup tersampaikan dalam satu pelukan.”

Jogja-Lund

7 Oktober 2016

Sajak Cinta-Rangga

Kemarau yang basah,

Membawa serta rindu yang gelisah

Sementara batin terus bertanya,

Akankah kita kembali bertemu setelah tujuh purnama?

Juli yang dingin,

Membawa serta kenangan delapan musim

Sementara hati tak sabar menunggu,

Menanti sehari terasa sewindu

Aku dan kamu bukanlah Cinta dan Rangga,

Tapi jarak,

Menempatkan kita pada nasib yang sama..

 

Jogja-Lund

28 Juli 2016

Cinta dalam Secangkir Kopi

Belakangan ini, aku sering memesan kopi kesukaanmu.

Kopi berasa yang kau tahu pasti tak pernah kusuka.

Tapi aku memesannya bukan karena telah berganti selera.

Aku memesannya karena cinta. Karena kita.

 

Ya, kita.

 

Dengan memesannya, kubayangkan kau tengah duduk di sampingku.

Menikmati setiap teguk kopi favoritmu itu.

Dengan memesannya, kuharapkan kau ada di sisiku.

Memelukku dengan secangkir kopi di tangan kananmu.

 

Kau tahu aku bukan penggemar kopi berasa.

Akulah penikmat kopi sebenar-benarnya.

Tapi demi sepotong rinduku padamu,

Kurelakan diri memesan kopi yang sama denganmu

 

“Can I have a cup of hazelnut latte, please?”

 

Jogja-Lund

3 Juni 2016

Photo by Zaki Habibi

Kita, dan Kesunyian Masing-masing

Di sana,

Kau berkawan dengan bosan.

Sepi tak henti berlalu lalang.

Dan lengang menjelma rindu,

Mengetuk-ngetuk pintu kesabaranmu.

 

Di sini,

Keterasingan menjadi rutin.

Sepi mampir saban hari.

Dan rindu menjelma harapan.

Mendamba pelukmu barang sebentar.

 

Jarak merengkuh kita dalam nasib yang sama.

Memunculkan hening.

Menyemaikan nelangsa.

 

Ah,

Kita dan kesunyian masing-masing…

 

 

Jogja-Lund

1 Juni 2016

Senandung Rindu

Harum tubuhmu sayang,

Terselip di setiap ruang pada bayu

Di sepanjang jalan yang dilalui waktu

Menusuk-nusuk simpul syaraf kesadaranku

Memunculkan rasa yang disebut orang: RINDU..

Jogja, 26th of January 2009

-Hayu-

Ditulis sembari mendengarkan Senandung Rindu by Tohpati dan Sutha AFI