Bagaimana Caranya Merindumu?

“Sengaja tak lagi kulirik jam yang berdetik. Agar tak terasa lama, saat-saat kita kembali bersua. … Karena sungguh, aku tak tahu lagi bagaimana caranya menunggumu. Bait-bait kangenku mulai sumbang. Kalimat-kalimat rinduku mulai berulang-ulang. … Mungkin rasaku telah kehabisan kosakata. Menantimu telah mementahkan semua frasa. … Atau mungkin sudah saatnya kamu pulang. Agar semua kerinduan ini…

Hujan di Bulan Agustus

Hujan di bulan Agustus, Serupa kangen yang tak pernah putus. … Ia tak kenal musim, Tak peduli hujan atau kemarau. Ia datang begitu saja, Tetiba hadir tanpa diminta. … Atau barangkali langit hanya bersimpati? Pada hati, Yang merajut rindu saban hari. … Jogja-Lund 6 Agustus 2016

Sajak Cinta-Rangga

Kemarau yang basah, Membawa serta rindu yang gelisah Sementara batin terus bertanya, Akankah kita kembali bertemu setelah tujuh purnama? … Juli yang dingin, Membawa serta kenangan delapan musim Sementara hati tak sabar menunggu, Menanti sehari terasa sewindu … Aku dan kamu bukanlah Cinta dan Rangga, Tapi jarak, Menempatkan kita pada nasib yang sama..   Jogja-Lund 28…

Cinta dalam Secangkir Kopi

Belakangan ini, aku sering memesan kopi kesukaanmu. Kopi berasa yang kau tahu pasti tak pernah kusuka. Tapi aku memesannya bukan karena telah berganti selera. Aku memesannya karena cinta. Karena kita.   Ya, kita.   Dengan memesannya, kubayangkan kau tengah duduk di sampingku. Menikmati setiap teguk kopi favoritmu itu. Dengan memesannya, kuharapkan kau ada di sisiku….

Kita, dan Kesunyian Masing-masing

Di sana, Kau berkawan dengan bosan. Sepi tak henti berlalu lalang. Dan lengang menjelma rindu, Mengetuk-ngetuk pintu kesabaranmu.   Di sini, Keterasingan menjadi rutin. Sepi mampir saban hari. Dan rindu menjelma harapan. Mendamba pelukmu barang sebentar.   Jarak merengkuh kita dalam nasib yang sama. Memunculkan hening. Menyemaikan nelangsa.   Ah, Kita dan kesunyian masing-masing…     Jogja-Lund…