Segenggam Daun So dan Sepetak Tanah di Belakang Rumah

Pohon Melinjo, yang bernama latin Gnetum gnemon, lebih lazim disebut dengan pohon So di kampung halaman saya. Saya tidak tahu persis dari mana sebutan itu berasal, tapi pohon So adalah salah satu tanaman yang mudah ditemui di halaman belakang rumah-rumah. Mungkin karena pohon ini termasuk mudah tumbuh di tanah yang kering dan berkapur. Mungkin juga…

Sepatu

Wajah saya mendadak sumingrah saat kami melewati satu toko di Klostergatan. Sayapun berhenti sebentar. Menatap etalase di depan saya dengan mata berbinar. “Waaaahhhh, bagus banget sepatunya,” kata saya sambil menunjuk sepatu boots berbahan kulit dan berwarna dusty pink. Suami saya hanya tersenyum kecil lalu berujar: “Ada apa sih dengan kamu dan sepatu?” Ya. “Ada apa…

Year End Note

The end of 2017 is almost here. Time surely flies before we even realize. The day when I left Indonesia for Sweden still feels like yesterday. But in fact, I’m going to witness my second new year in Sweden, in the next few hours. The 2017 itself is really something for me as this is…

Seorang Penulis yang Bertanya pada Dirinya Sendiri

Seorang penulis suatu hari bertanya pada dirinya sendiri. Apa jadinya jika dunia kehabisan kosakata? Akankah diksi menjadi sunyi? Tak ada lagi awalan atau akhiran? Tak perlu lagi imbuhan? … Pertanyaan-pertanyaan itu tak kunjung ia temu jawabnya. Tapi setengahnya ia tak lagi peduli. Toh, kata sekarang makin kehilangan makna. Tak lagi diperhatikan tanda bacanya. Tak lagi…

Tentang Pulang dan Lebaran

Bagi banyak orang, terutama di Indonesia, Lebaran adalah tentang pulang ke kampung halaman. Saat di mana seluruh keluarga berkumpul dan larut dalam hiruk pikuk kebahagiaan usai menuntaskan (setidaknya) 29 hari puasa Ramadan. Lebaran, pulang, rumah dan keluarga, adalah kata-kata yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Saling berkelindan. Saling menyempurnakan. Sayangnya, Lebaran tahun ini adalah kali…