Investasi Perlengkapan Bayi

Sejak sebelum punya anak, saya sudah mudah tergoda dengan barang-barang perlengkapan bayi yang lucu-lucu, yang seperti melambai-lambai minta dibawa pulang. Belakangan ketika sudah punya anak, saya sadar banyak perlengkapan bayi yang sebenarnya enggak butuh-butuh amat untuk dibeli. Dari situ saya belajar melakukan semacam “investasi.” Membeli perlengkapan bayi yang memang benar-benar nyaman, berguna dan tahan lama,…

To The Daughters of Mine

“Setapakmu, Kelak mungkin akan berbeda arah denganku. Lajumu, Pasti akan jauh melampaui kecepatanku. Tapi jangan lupa untuk sesekali melambat. Agar kamu bisa merekam apa yang belum terlewat. Tak perlu tergesa. Karena yang sudah terencana akan sabar menunggu di sana. Dan setiap kali kamu pulang, Kita akan berbincang tentang sepatu-sepatu yang kita kenakan.” *** “Those little…

Menyuruh Anak ke Warung

Bagi sebagian orang tua, menyuruh anak membeli sesuatu di warung mungkin hanyalah perkara sepele. Hanya soal permintaan tolong sederhana yang tidak perlu dibesar-besarkan. Apa sih istimewanya mengirim anak berbelanja? Tapi buat saya, menyuruh anak ke warung adalah momen serius yang terkait banyak hal. Tidak hanya soal memberi kepercayaan, tapi juga soal kemandirian, rasa percaya diri…

Post-natal Reflection

Hari Minggu (17/2) kemarin, Baby K genap dua bulan. Di hari itu awalnya saya berniat menuliskan refleksi paska kelahiran. Sekalian memperingati ulang bulan. Cocoklah momennya, pikir saya. Tapi karena satu dan dua hal (baca: rutinitas ibu baru dan tanggungan pekerjaan yang mesti segera dirampungkan 😅), akhirnya saya baru sempat menuliskan refleksi hari ini, alias telat…

Giving Birth in Sweden: A Personal Story*

Monday, 3rd of December 2018, I woke up with severe pain in my abdomen and my lower back. ”This is it. Labor had begun,” I thought. But I wasn’t entirely correct. The contractions started but it took two weeks for my baby to arrive. What a journey it was. These are the highlights of my…