Seorang Penulis yang Bertanya pada Dirinya Sendiri

Seorang penulis suatu hari bertanya pada dirinya sendiri. Apa jadinya jika dunia kehabisan kosakata? Akankah diksi menjadi sunyi? Tak ada lagi awalan atau akhiran? Tak perlu lagi imbuhan? … Pertanyaan-pertanyaan itu tak kunjung ia temu jawabnya. Tapi setengahnya ia tak lagi peduli. Toh, kata sekarang makin kehilangan makna. Tak lagi diperhatikan tanda bacanya. Tak lagi…

Lost in Translation (2): Bahasa Indonesia dan Bahasa Swedia

Dalam tulisan ini, saya pernah menyinggung bahwa Bahasa Indonesia dan Bahasa Swedia memiliki beberapa kata yang sama tulisan dan maknanya. Tidak terlalu mengherankan memang, mengingat bahasa Indonesia banyak menyerap kata-kata dari Bahasa Belanda dan Bahasa Portugis, yang tentu saja satu nenek moyang dengan Bahasa Swedia sebagai sesama Indo-European Languages. Bahasa Swedia sendiri merupakan cabang dari…

Lost in Translation: Mencari Makna tanpa Kendala Bahasa

Setiap orang pasti pernah mengalami momen lost in translation. Jangankan ketika berada di negara asing dan dalam bahasa asing, di dalam negeri dengan bahasa yang sama pun terkadang kita masih saling mempertukarkan makna yang berbeda-beda. Secara tata bahasa, lost in translation diartikan sebagai proses hilangnya sebagian dan/atau keseluruhan makna akibat proses translasi. Kalimat yang bisa…

Berkontemplasi Melalui Puisi

Saya mulai menulis puisi sejak SD. Kegemaran saya menulis memang telah terlihat sejak saya bisa memegang pulpen/kapur/pensil dan sebangsa alat tulis lainnya. Hal ini terindikasi dari coret-coretan yang saya buat. Mulai dari menulis nama sendiri di tembok kamar orang tua saya, hingga menulis keinginan-keinginan terpendam saya di bagian bawah meja makan keluarga. Saat bersekolah, saya…