Kali Ketiga Melancong Ke Pulau Pinang

Sejak akhir 2015 lalu, terhitung sudah tiga kali saya mengunjungi Pulau Pinang (Penang), negara bagian di semenanjung barat laut Malaysia. Awalnya sekadar mengikuti suami yang melakukan penelitian di kota ini. Tapi lambat laun, saya pun mulai menyukai Penang dan menganggapnya sebagai rumah singgah yang kesekian (mana-mana dianggap rumah pokoknya, dasar nomaden! 😆😆).

Salah satu hal yang membuat saya menyukai kota ini adalah perasaan bahwa waktu terasa terbekukan di Penang. Menjelajahi pusat kota ini seperti masuk dalam salah satu adegan film Warkop DKI “Jodoh Bisa Diatur” yang saya tonton berulang-ulang semasa kecil. Satu episode yang menceritakan bagaimana Dono, Kasino, Indro datang ke Malaysia untuk mencari kekasih hati Dono dan anaknya, yang bernama Rios atau si Montok. Film ini terekam kuat di benak saya karena satu kalimat: “Itu bukan Rios, itu anak kingkong”. 😅😅 (Yang nak bernostalgia dengan film itu sila datang di mari. 😄)

Continue reading “Kali Ketiga Melancong Ke Pulau Pinang”