Bagaimana Caranya Merindumu?

“Sengaja tak lagi kulirik jam yang berdetik.

Agar tak terasa lama, saat-saat kita kembali bersua.

Karena sungguh, aku tak tahu lagi bagaimana caranya menunggumu.

Bait-bait kangenku mulai sumbang.

Kalimat-kalimat rinduku mulai berulang-ulang.

Mungkin rasaku telah kehabisan kosakata.

Menantimu telah mementahkan semua frasa.

Atau mungkin sudah saatnya kamu pulang.

Agar semua kerinduan ini cukup tersampaikan dalam satu pelukan.”

Jogja-Lund

7 Oktober 2016

Kita, dan Kesunyian Masing-masing

Di sana,

Kau berkawan dengan bosan.

Sepi tak henti berlalu lalang.

Dan lengang menjelma rindu,

Mengetuk-ngetuk pintu kesabaranmu.

 

Di sini,

Keterasingan menjadi rutin.

Sepi mampir saban hari.

Dan rindu menjelma harapan.

Mendamba pelukmu barang sebentar.

 

Jarak merengkuh kita dalam nasib yang sama.

Memunculkan hening.

Menyemaikan nelangsa.

 

Ah,

Kita dan kesunyian masing-masing…

 

 

Jogja-Lund

1 Juni 2016