Di Bawah Pohon Berdaun Salju | Under The Snow-Leaf Tree

Di bawah pohon berdaun salju itu, kutemukan kita. Duduk berdua menatap ranting-ranting putih yang mulai merenta. Aku akan mengeluh kedinginan. Lalu kau akan merapatkan pelukanmu. Dan para tetangga akan bertanya-tanya. Untuk apa kita duduk berdua di bawah pohon berdaun salju. Saat suhu tak mau bergerak dari titik beku. Yang tak mereka tahu, di bawah pohon…

Seorang Penulis yang Bertanya pada Dirinya Sendiri

Seorang penulis suatu hari bertanya pada dirinya sendiri. Apa jadinya jika dunia kehabisan kosakata? Akankah diksi menjadi sunyi? Tak ada lagi awalan atau akhiran? Tak perlu lagi imbuhan? … Pertanyaan-pertanyaan itu tak kunjung ia temu jawabnya. Tapi setengahnya ia tak lagi peduli. Toh, kata sekarang makin kehilangan makna. Tak lagi diperhatikan tanda bacanya. Tak lagi…

The Colors of Autumn

The leaves turned red on those days of October When fall was here and winter was near Could you taste the sweetness in the air? The taste of a life free from despair? I pictured us walking hand in hand Along the way where everywhere was a yellow lane I remembered how I would have…

Surat-surat yang Tak Pernah Sampai*

Hari masih pagi saat aku berdiri, menunggu dengan tak sabar, antrian di Inglewood OPost. Dari jauh kulihat hanya dua, dari biasanya empat, konter layanan yang buka. Tak heran antriannya sepanjang ini. Aku menghitung dalam hati jumlah orang yang berdiri di depanku. Masih delapan lagi. Masih lama. Aku menghembuskan nafas panjang. Mulai bosan dengan hal yang…

Bagaimana Caranya Merindumu?

“Sengaja tak lagi kulirik jam yang berdetik. Agar tak terasa lama, saat-saat kita kembali bersua. … Karena sungguh, aku tak tahu lagi bagaimana caranya menunggumu. Bait-bait kangenku mulai sumbang. Kalimat-kalimat rinduku mulai berulang-ulang. … Mungkin rasaku telah kehabisan kosakata. Menantimu telah mementahkan semua frasa. … Atau mungkin sudah saatnya kamu pulang. Agar semua kerinduan ini…