Anak Komunikasi Belajar Sastra Kelas Pekerja

Ketika saya menyusul suami ke Swedia dan meninggalkan pekerjaan utama saya sebagai dosen akhir 2016 lalu, saya mulai lebih “serius” meluangkan waktu untuk menulis. Satu cerpen, dua cerpen, beberapa cerpen berhasil dimuat di media. Lalu saya pun memutuskan untuk mengasah lagi keterampilan dan pengetahuan tulis menulis. Dimulai dengan mengikuti Stockholm Writers Festival di bulan Mei 2020, Ubud Writers Festival 2020 dan puncaknya mengambil mata kuliah mandiri (freestanding course) bertajuk “Working-Class Literature – Historical and International Perspectives” di Malmö University.

Sekilas tentang Sistem Kuliah di Swedia

Di Swedia, sistem kuliah di universitas, untuk jenjang S1 dan S2 terbagi menjadi dua: sistem kursus terbuka/mandiri (self-contained courses) dan program studi penuh (full study programme). Saya mengambil pilihan yang pertama karena lebih fleksibel sekaligus bebas pilihan alias tidak terikat desain program (tidak ada logika wajib dan pilihan). Jenis yang tidak terikat program ini pun sebenarnya bisa dikonversi ke diploma atau gelar setelah terkumpul sesuai bobot minimal dan kombinasinya cocok yaitu berada dalam satu rumpun ilmu dan di level yang sama. Misal, mata kuliah yang sedang saya ambil ini berada di kelompok rumpun ilmu Humaniora dan di level S1, maka apabila saya mengambil mata kuliah-mata kuliah mandiri lainnya yang berada di kelompok dan rumpun yang sama maka saya bisa mendapatkan gelar Sarjana jika poinnya sudah memenuhi syarat.

Saya sih tidak atau mungkin belum berhasrat mengejar gelar. Tujuan saya mengambil mata kuliah ini adalah untuk mengembangkan kemampuan menulis, sekaligus kemampuan memahami sastra. Mata kuliah ini bukan mata kuliah praktik, lebih ke kritik/kajian sastra. Tapi dengan berada di lingkungan yang mendukung, “dipaksa” membaca banyak referensi, saya merasa keterampilan dan pengetahuan tulis menulis saya juga berkembang. Salah satu yang paling saya nikmati dari kuliah ini adalah membaca beberapa novel kelas pekerja sebagai bagian dari tugas kuliah. Total ada empat tugas yang harus saya kerjakan (tiga tugas biasa dan satu ujian akhir), dan semuanya adalah membaca sastra kelas pekerja dari berbagai negara dan menganalisisnya dalam sebuah esai.

Sejauh ini, saya sudah membaca Women and Appletress oleh Moa Martinson, salah satu karya klasik dan monumental dari periode 1930 dalam perkembangan sastra di Swedia, The Grapes of Wrath-nya John Steinbeck, novel realis berlatar belakang Great Depression, The White Tiger karya Aravind Adiga yang sudah saya baca versi Bahasa Indonesianya bertahun-tahun silam, dan untuk tugas terakhir saya berencana membaca (lagi) American Splendor-nya Harvey Pekar dan membandingkannya dengan karya sastra kelas pekerja dari Swedia yang belum saya putuskan apa 😀

Kuliah ini memaksa saya “meluangkan waktu” untuk membaca. Satu hal yang sudah lama tidak bisa saya lakukan karena berbagai alasan. Dengan membaca tersebut saya jadi melihat cara bercerita yang lain, belajar bagaimana alur dibentuk, juga melihat bagaimana narasi disampaikan. Meskipun output tugasnya sendiri masih dalam konteks akademik bukan karya sastra itu sendiri, saya tetap merasa kuliah ini menginspirasi.

Karena itu, semester depan saya berencana mengambil dua freestanding courses lagi: satu kajian/kritik sastra seperti yang saya ambil semester ini, dan satunya penulisan kreatif yang lebih technical atau ke arah praktik. Kebetulan, baru kemarin saya mendapat kabar bahwa aplikasi saya sudah diterima di Linnaeus University dan Dalarna University. Ini satu lagi bedanya program freestanding dengan full study. Untuk jenis yang pertama, saya bisa mendaftar ke lebih dari satu universitas, jadi tidak terbatas di satu universitas saja. Itu kenapa meskipun semester ini saya mengambil mata kuliah di Malmö University, semester depan saya mengambil dua mata kuliah di dua kampus yang berbeda lagi. Dengan mengambil dua mata kuliah berbobot total 30 poin ini, status saya menjadi kuliah penuh waktu bukan lagi paruh waktu. Sekarang sih belum terbayang bagaimana mengatur semuanya dengan tanggung jawab – tanggung jawab yang lain, tapi semoga bisa selumayan sebelum-sebelumnya 🙂

Jadi, setelah ikut banyak aktivitas upgrading menulis sastra begini, apakah sudah ada naskah yang menunggu untuk diterbitkan, Hayu?

Jawabannya: “Sedang diusahakan” 😉

Published by

Hayu Hamemayu

A dreamer who simply loves to write and capture memories..

2 thoughts on “Anak Komunikasi Belajar Sastra Kelas Pekerja

  1. baru mau nanya Yu soal ini di WA. Nyampai telepatiku :p.
    baarokallahu fiik Hayu sayang..smg dimudahkan terus dalam proses belajarnya.. kamu memang selalu keren 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s