Midsommar: Film vs Realita

Midsummer dulu

Di Swedia, Midsummer jatuh di hari Sabtu antara tanggal 20 dan 26 Juni. Tapi perayaannya sendiri adalah sehari sebelumnya, yaitu di hari Jumat antara tanggal 19 dan 25 Juni. Mengapa tanggalnya berubah-ubah? Karena mengikuti posisi matahari dan dicari yang paling mendekati puncak siang terpanjang. Sekaligus juga karena sejak tahun 1952, pemerintah Swedia memutuskan bahwa Midsummer harus dirayakan saat akhir pekan. Sehingga dipilihlah Sabtu di antara tanggal 20-26 Juni.

Zaman dulu, Midsummer dirayakan untuk menyambut musim panas dan musim kesuburan. Di hari tersebut, orang-orang berhias diri juga menghias rumah dan peralatan pertanian mereka dengan dedaunan lalu mendirikan tiang berhias daun dan bunga-bunga untuk dikelilingi sambil menari-nari. Mula-mulanya, acara ini hanya dirayakan oleh anak muda, tapi kemudian berkembang menjadi perayaan bagi semua orang. Puncaknya adalah tahun 1900an ketika Midsummer menjadi salah satu perayaan tradisional yang paling dirayakan di Swedia.

Durasi malam saat Midsummer yang sangat pendek, bahkan di Swedia utara matahari tidak benar-benar tenggelam, membuat malam ini identik dengan hal-hal magis dan sakral, terutama terkait cinta.

Seperti halnya di negara-negara tetangga, Norwegia dan Finlandia, di Swedia juga ada mitos kalau seorang gadis memetik tujuh bunga berbeda dalam diam di malam Midsummer, lalu menaruhnya di bawah bantal, maka dia akan memimpikan jodohnya.

Midsummer sekarang

Midsummer 2017

Di masa sekarang, perayaan Midsummer dimulai dengan membuat midsommarkrans, semacam mahkota yang dibuat dari ranting, daun dan bunga untuk dikenakan sepanjang hari. Lalu, tiang Maypole didirikan di tempat terbuka seperti taman kota atau kebun botani, dan orang-orang menari mengelilinginya sambil menyanyikan lagu-lagu tradisional, terutama Små Grodorna, yang melodinya mirip dengan lagu “Kodok Ngorek” di Jawa 😄.

Usai menari, acara dilanjutkan dengan makan-makan bersama keluarga dan teman, bisa dengan piknik di taman atau di rumah masing-masing. Menu khas Midsummer di Swedia adalah acar ikan Herring, kentang segar (yang baru dipanen jadi masih ada tanahnya) yang direbus, soured cream dan strawberry (bisa segar maupun dalam bentuk cake). Selain itu, disuguhkan juga minuman beralkohol seperti bir dan schnapps. Setiap kali gelas diisi ulang, setiap kali itu pula dinyanyikan lagu bersulang khas Swedia: Helan går. Begitu terus sampai kembung 😄.

Bagaimana dengan yang tidak minum minuman beralkohol? Di Swedia tersedia banyak pilihan minuman non alkohol seperti limun, bir tanpa alkohol atau cider (semacam jus tapi lebih asam). Jadi jangan kuatir tidak bisa ikut bersulang 😊.

Setelahnya, acara biasanya dilanjut dengan permainan-permainan khas Swedia (termasuk balap karung) lalu BBQ dan berdansa. Anak-anak dan orang tua umumnya hanya bertahan hingga usai makan malam. Tapi remaja dan anak muda bisa bertahan hingga dini hari bahkan sampai keesokan harinya. Untungnya malam Midsummer dan hari Midsummer adalah tanggal merah yang paling merah di Swedia, sehingga tidak perlu buru-buru bangun untuk bekerja 😄. Semua toko tutup dan jalan-jalan juga lengang karena perayaan Midsummer umumnya diadakan di pinggiran kota.

Tahun 2020 ini, tentu saja tidak ada perayaan Midsummer seperti tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah Swedia masih membatasi jumlah orang berkumpul tak lebih dari 50 orang. Oh ya, acara Midsummer itu acara umum, jadi bebas, siapa saja boleh datang ke taman-taman tempat perayaannya, sehingga jumlah orangnya bisa mencapai ratusan atau bahkan ribuan. Plus, social distancing dan meminimalisir physical contact masih menjadi agenda utama, jadi tidak mungkin ada perayaan besar-besaran. Sebagai gantinya, hanya ada live streaming perayaan dari Stockholm, kumpul-kumpul kecil di lingkungan tempat tinggal (dengan Maypole yang juga kecil 😄) dan piknik bersama keluarga dan teman, seperti yang kami lakukan. Memang tidak semeriah biasanya. Tapi satu hal yang membuat Midsummer tahun ini cukup menyenangkan adalah cuacanya yang cerah dan tidak hujan. Biasanya perayaan Midsummer diwarnai hujan atau minimal gerimis. Tapi tidak tahun ini.

Jadi, apa bedanya film Midsommar dengan Midsommar beneran di Swedia?

Di dunia nyata, tidak ada adegan terjun dari tebing, atau persembahan-persembahan manusia. Tapi bunga-bunga, menari-nari dan matahari yang tidak tenggelam itu nyata. Juga keindahan dan kebahagian berpesta. Karena sebenarnya, Midsummer adalah hari untuk merayakan bahwa waktu-waktu terbaik tahun ini, terbentang di depan kita.

Glad midsommar från Sverige

Published by

Hayu Hamemayu

A dreamer who simply loves to write and capture memories..

2 thoughts on “Midsommar: Film vs Realita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s