Pertanyaan yang Kerap Ditanyakan (Tentang S3 di Swedia)

Enak dong digaji gitu? Banyak duitnya?

Posisi bergaji memang bisa dikatakan enak karena ada jaminan finansial yang pasti terutama jika memilih untuk membawa keluarga turut serta (tentang hal ini bisa dibaca di sini). Soal besaran gaji, kalau diukur pakai rupiah ya banyak, tapi kalau untuk memenuhi biaya hidup di sini ya cukup. Tidak kurang. Tidak berlebih. Lagom, kalau orang Swedia bilang ๐Ÿ™‚

Kalau dibandingkan profesi yang lain di Swedia, tentu gaji S3 tidak ada apa-apanya ๐Ÿ˜€ . Tapi kami beruntung karena sebagai dependant dari kandidat doktor, kami mendapatkan hak-hak yang hampir sama dengan penduduk tetap di sini, semisal soal tunjangan untuk anak dan hak-hak orang tua. Sementara untuk biaya sekolah anak dan kesehatan, hampir semuanya ditanggung oleh negara alias gratis. Jadi, gaji tersebut masih cukup untuk gaya hidup standar.

SECARA UMUM, Hidup di Swedia enak ga, Hay?

Kalau kata orang Jawa, hidup di manapun itu wang sinawang. Ada enak ga enaknya. Hidup di Swedia enak dalam hal biaya pendidikan dan kesehatan yang nyaris gratis (sebagai konsekuensi pajak tinggi tentu saja) seperti yang sudah saya bilang tadi. Juga soal kebebasan ekspresi individu, nilai-nilai demokrasi dan masyarakat yang menghormati hak-hak dasar. Tapi tidak enak dalam hal cuaca dingin, jauh dari Indonesia dan susah cari makanan Indonesia ๐Ÿ˜„ .

Tapi jangan kuatir, kalau cuma mie instan In**mie, ada kok di toko Asia di sini ๐Ÿ™‚

Kamu ga pengen S3 juga, Hay?

Nah itu, pengen sih pengen. Dan sebenarnya sudah beberapa kali diusahakan. Tapi memang mendaftar S3 di Swedia tidaklah mudah. Plus sayanya sendiri mungkin belum memenuhi kualifikasi, jadi belum ada yang jadi rejeki sampai sekarang. Mungkin nanti. Di waktu dan tempat yang lain. Atau mungkin juga enggak. Karena ga semua orang harus S3, kan? ๐Ÿ™‚

Published by

Hayu Hamemayu

A dreamer who simply loves to write and capture memories..

2 thoughts on “Pertanyaan yang Kerap Ditanyakan (Tentang S3 di Swedia)

  1. aku baru tahu loh kalo S3 itu semacam kerja.. maklum aku ngga pernah sekolah lanjutan lagi setelah S1, wkwkw..

    postingan ini menjawab pertanyaanku juga tentang S3 ๐Ÿ˜†

    1. Wekekekekek, cuma di Scandinavian countries yg model begini, Zam. Eropa lain umumnya cari supervisor dulu trus nyari beasiswa dari lembaga pemberi beasiswa gitu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s