Ke Billund Naik Kereta

“Liburan kita “orang tua” banget ya mas sekarang,” ujar saya pada suami saat kami baru saja sampai di Legoland Billund, Minggu (23/6) lalu.

 

Kami berdua terkekeh. Tapi tentu tak ada nada kecewa di sana. Saya berkomentar begitu lebih karena di antara kami berdua tidak ada yang benar-benar menggemari amusement park, tidak ada yang masa kecilnya asyik bermain lego (level saya cuma lego ala pasar yang gedhe-gedhe dan terbuat dari plastik berbahaya itu 😆) tidak pernah juga kencan di Dufan, jadilah kami tak sering-sering amat bermain di taman bermain macam begini.

Tapi setelah menjadi orang tua dari bocah yang sekarang hampir 9 tahun, yang memang menyukai lego, dan tinggal di Lund yang hanya sepelemparan tiket kereta dari Billund, rasanya kok sayang jika melewatkan kesempatan mengunjungi Legoland di tanah kelahirannya. Terlebih lagi sejak hamil besar akhir tahun lalu kemudian punya bayi kicik, kami jarang banget jalan bareng berempat yang agak jauh. Jadilah liburan musim panas tahun ini all about our first born 😅.

Continue reading “Ke Billund Naik Kereta”

Moving to Lund Evokes the Passion to Write*

img_5956

Hayu Rahmitasari writes about life in Lund for a website called The Newbie Guide to Sweden. Recently, she published her first novel in Indonesia.

I always try to see the golden edge.

Hayu Rahmitasari left a good job in Indonesia to start a new life in Lund. The move was  a challenge but at the same time it opened the opportunity to write about life in Sweden and also fiction. Recently, she released her first novel published by an Indonesian publisher.

Continue reading “Moving to Lund Evokes the Passion to Write*”