Tentang Pulang dan Lebaran

Bagi banyak orang, terutama di Indonesia, Lebaran adalah tentang pulang ke kampung halaman. Saat di mana seluruh keluarga berkumpul dan larut dalam hiruk pikuk kebahagiaan usai menuntaskan (setidaknya) 29 hari puasa Ramadan. Lebaran, pulang, rumah dan keluarga, adalah kata-kata yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Saling berkelindan. Saling menyempurnakan.

Sayangnya, Lebaran tahun ini adalah kali ketiga saya tidak pulang. Biasanya, saya, suami dan anak kami merayakan Lebaran di rumah orang tua saya, atau di rumah orang tua suami saya, secara bergantian. Tapi tahun ini, karena kami sedang ngangsu kawruh di belahan bumi utara, maka Lebaran kami rayakan bertiga saja, dan dengan beberapa teman-teman di sini. Meski demikian saya bersyukur, karena tahun ini setidaknya kami bisa merayakan Lebaran secara bersama-sama. Tidak seperti tahun lalu ketika saya dan anak merayakan Lebaran di Indonesia, sementara suami sendirian menjalani Idul Fitri di Swedia. Bagaimanapun, rumah bagi kami adalah ketika kami utuh bersama sebagai keluarga. Home is wherever we are together. 

Continue reading “Tentang Pulang dan Lebaran”