Circle Route: Selamat tinggal masa lalu

Perth_Intl_front_side_on_2015
Foto dipinjam dari Wikipedia

Hari terakhirku di Perth akhirnya datang juga. Aku mengemasi barang-barangku dengan perasaan campur aduk. Antara senang karena akan pulang kembali ke Indonesia karena bagaimanapun, there’s no place like home. Tapi ada juga rasa enggan meninggalkan kota ini dengan segala kenyamanannya.

“Ah, aku pasti rindu kota ini. But maybe someday I’ll be back. Who knows?” batinku. Mencoba untuk berpikir positif.

Diantar Zach, Andrea dan Banyu, aku berangkat ke bandara. Sehari sebelumnya aku sempat mampir untuk berpamitan ke Phillippe dan Antonio. Praktis tak ada lagi yang perlu kupamiti. Teman-temanku selama di sini hanya mereka berlima. Hari itu bandara tak terlalu ramai. Aku senang karena tak perlu lama mengantri. Selesai check in, aku menghampiri mereka untuk pamit. Kupeluk Zach. Lalu Andrea.

I’ll miss you,” kata Andrea.

I’ll miss you too,” kataku.

Sedih juga berpisah dengan Andrea. Dia sudah menjadi sahabat pertama sekaligus sahabat terbaikku selama di Perth. Dia juga yang membantuku menemukan Banyu. Di saat-saat terakhir ketika aku mulai frustasi. Kami berjanji untuk bertemu di Bali libur musim dingin nanti. Bali sudah seperti halaman belakang untuk orang-orang di Perth. Hampir tiap bulan orang-orang sini mengunjungi Bali. Apalagi saat Australia sedang musim dingin. Jumlah orang yang pergi ke Bali untuk mencari sinar matahari macam bedol desa saja. Banyak luar biasa. Jadi bukan hal yang sulit bagiku untuk bertemu Andrea lagi, dan fakta itu sedikit melegakanku.

Usai memeluk Andrea dan Zach, aku lalu melangkah ke arah Banyu yang langsung mengacak-acak rambutku seperti dulu. Aku memeluknya lama. Senang bisa memeluknya lagi tanpa tendensi apa-apa. Murni pelukan seorang sahabat.

Penuh perasaan lega, aku menghela nafas panjang. Aku merasa beban hidupku selama ini seolah diangkat dari pundakku. Rasanya lega sekali. Tanpa kusadari, hubungan tak jelas antara aku dan Banyu telah menjadi beban yang menghimpit hidupku. Kini saat semuanya sudah jelas, aku merasa bisa bernafas dengan lebih lega. Dan itu luar biasa nikmat rasanya.

Banyu mengantarku sampai ke ruang tunggu sementara Andrea dan Zach pulang terlebih dulu. Mereka tampak akur belakangan ini. Sama seperti Phillippe, aku setengah yakin mereka akan kembali bersama. Hanya masalah waktu saja. Mungkin lusa. Mungkin minggu depan. Atau mungkin bulan depan.

Langkahku terhenti di pintu masuk imigrasi, aku membalikkan badan untuk menyampaikan sesuatu pada Banyu:

“Senang memilikimu sebagai teman, Banyu” aku berkata padanya dengan kalimat yang persis sama seperti yang kukatakan bertahun-tahun lalu.

“Aku juga senang memilikimu sebagai teman,” kata Banyu yang tumben enggak sinis.

By the way, I think you should try again with Mikhaela,” kataku sedikit menyimpang dari topik pembicaraan sebelumnya.

“Kenapa?” tanya Banyu heran.

Because I said so,” kataku memaksa.

Aku sendiri tak tahu mengapa aku menyarankan hal itu pada Banyu. Tapi entah kenapa aku punya feeling yang cukup bagus tentang mereka. Meskipun aku belum pernah bertemu dengan Mikhaela langsung. Tapi dari cerita-cerita Banyu, aku merasa mereka cocok. Apalagi ditambah fakta bahwa Banyu dan aku sama-sama sudah terbebas dari ganjalan perasaan kami. Jadi harusnya lebih mudah dan lebih nyaman bagi kami untuk memulai hubungan yang baru. Bersama siapapun. Dan karena Mikhaela sepertinya orang yang baik, kurasa tak ada salahnya Banyu mencoba sekali lagi.

“Hush, urus saja urusanmu sendiri. Pulang sana,” usir Banyu yang mulai kambuh lagi sinisnya.

Didorongnya badanku masuk ke ruangan imigrasi. Aku hanya tertawa lalu melambaikan tangan ke Banyu untuk terakhir kalinya. Banyu tersenyum dan membalas lambaian tanganku.

Selamat tinggal Perth. Selamat tinggal Banyu. Selamat tinggal masa lalu. Sekarang aku siap untuk kisah yang baru.

-Bersambung-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s