Circle World: The world is changing, things never stay the same

302922_10150800961365094_1480626495_nHari-hariku berlalu dengan cepat di Perth. Tapi aku belum mendengar kabar apapun dari Banyu. Aku sudah bertanya pada beberapa orang Indonesia yang kutemui di sini. Tapi tak ada yang kenal Banyu. Mendengar namanya pun belum pernah. Bahkan pernah dengan sengaja aku menyambangi kampusnya dulu yang terletak di Joondalup, sekitar setengah jam dengan kereta dari pusat kota Perth, tapi hasilnya tetap nihil. Sesampainya di sana, aku hanya mendapati diriku duduk melamun menatap danau di tengah kampus Banyu yang riuh oleh itik-itik yang berenang mencari ikan, dan bukannya menemukan Banyu atau setidaknya mendapatkan jejaknya.

Aku mulai frustasi. Sepertinya semesta memang tidak mengijikan kami bertemu. Sepertinya memang tidak akan pernah ada kesempatan bagi kami berdua untuk sekedar duduk dan mengrobrolkan perasaan kami. Memperjelas apa yang sebenarnya terjadi di antara kami berdua.

So, you haven’t met him yet?” tanya Andrea padaku saat kami sedang piknik di Kings Park.

Piknik sudah menjadi kebiasaan orang-orang di sini. Saat akhir pekan dan matahari bersinar cerah, bisa dipastikan sebagian besar orang langsung mengangkut matras atau alas duduk mereka ke taman. Sekedar duduk menikmati pemandangan atau menikmati barbecue yang alatnya memang disediakan di taman-taman di sini secara gratis. Aku menyukai kebiasaan piknik ini. Hiburan murah meriah yang menyenangkan.

Suara Kookaburra, burung khas Australia yang bersuara melengking menyerupai orang menangis histeris, terdengar sangat jelas dari pohon Jacaranda yang berbunga ungu di atasku. Burung yang satu ini memang terkenal suka mencuri makanan bekal piknik orang-orang. Dia pasti juga tengah mengincar bekal piknik kami yang siang itu adalah sushi dengan beragam isi: tuna, ayam, alpukat dan telor. Kami sendiri yang membuatnya. Malam sebelumnya, Andrea mengajariku bagaimana caranya membuat sushi. Dia sendiri belajar dari teman kerjanya yang berasal dari Jepang.

Aku menggeleng menanggapi pertanyaan Andrea. Kuraih sushi yang berisi tuna lalu kukunyah pelan-pelan, sambil memikirkan kemana lagi aku harus berusaha mencari Banyu.

Do you still love him, Bening?” tanya Andrea lagi.

Sesaat aku terdiam.

I don’t know,” kataku akhirnya.

“Aku tidak tahu persis perasaanku saat ini untuknya. But I really want to meet him,” tambahku.

Aku memang sudah lama tidak tahu perasaan apa yang kurasakan ke Banyu. Cintakah? Atau sekedar rindu saja. Dulu aku merasa yakin aku memang mencintainya. Tapi akhir-akhir ini aku ragu. Apalagi ditambah fakta bahwa sudah hampir dua tahun kami tak bertemu. Aku merasa keyakinanku tak sekuat dulu. Aku tak lagi yakin aku benar-benar mencintai Banyu, ataupun sebaliknya.

“Siapa nama laki-laki yang kamu cari itu? Sorry aku lupa,” tanya Andrea.

“Banyu,” jawabku.

“Banyu?” Andrea memastikan. Wajahnya seperti sedang berusaha mengingat-ngingat. Sebelumnya, aku memang sudah bercerita soal Banyu ke Andrea. Mendadak Andrea menepok jidatnya.

I think I know him,” katanya setengah berteriak.

“Ya ampun, itu kan temannya Zach yang dari Indonesia, oh my God, how can I forget? I’m so sorry Bening,” ujarnya lagi.

Aku melongo. Jadi benar Banyu masih di Perth. Di kota yang sama denganku saat ini. Dan dia ternyata adalah temannya Zach, yang tak lain mantan pacarnya Andrea. Aku benar-benar hanya bisa melongo mendengar itu semua.

Andrea lalu bercerita bahwa dia tahu Banyu sewaktu dia baru saja datang ke Perth dan masih berpacaran dengan Zach. Tapi karena tak lama setelah itu mereka putus, Andrea tak tahu apa-apa lagi soal Banyu. Menurutnya, Banyu masih tinggal di rumah Zach. Aku berharap begitu. Aku tak bisa menunggu lebih lama lagi. Ijin tinggalku akan kadaluarsa dalam seminggu ini. Artinya, aku tak bisa tinggal lama-lama lagi di Perth dan aku benar-benar ingin bertemu Banyu sebelum pulang kembali ke Indonesia.

I can take you there if you want,” kata Andrea.

Aku hanya mengangguk. Masih berusaha mencerna kalimat-kalimat Andrea barusan. Semoga kali ini benar-benar Banyu yang sedang kucari. Banyu yang sama. Banyuku. Segera kami mengemasi bekal piknik kami. Sebelumnya Andrea menelpon Zach untuk memastikan bahwa mereka, terutama Banyu, ada di rumah.

Yes, they are at home,” kata Andrea setelah berbincang dengan Zach lama.

Aku tak tahu persis apa yang dia katakan ke Zach tapi tak terlalu ambil pusing. Yang penting aku bisa segera ketemu Banyu. Angin dari jendela mobil menampar-menampar mukaku saat kami meluncur menuju ke rumah Zach. Menyadarkanku bahwa ini semua bukan mimpi.

Jarak antara Kings Park dan rumah Zach ternyata tak terlalu jauh. Rumahnya Zach masih di sekitar pusat kota Perth. Baru sekitar sepuluh menit sejak kami berangkat dari Kings Park saat mobil Andrea memasuki halaman rumah bercat biru. Aku bisa melihat siluet tubuh yang sangat kukenal tengah berdiri di depan pintu. Menyambut kedatangan kami. Andrea memarkir mobilnya di depan garasi. Aku turun dari mobil dengan perasaan gugup. Andrea merangkulku sebentar. Berusaha menenangkan dan menguatkanku. Dia tahu persis kisahku dengan Banyu. Dia tahu persis siang ini bisa jadi akan terlalu overwhelming untukku.

Hi Banyu, how are you?” sapa Andrea ramah saat kami sampai di depan pintu rumah Zach di mana Banyu sedang berdiri menunggu.

Not bad, how are you?” tanyanya balik.

Good,” jawabnya pendek.

I bet you two know each other so I’ll leave you two here, okay?” tanyanya pada kami.

Is that okay, Bening?” tanyanya lagi. Memastikan.

Aku mengangguk. Andrea lalu beranjak masuk ke dalam. Meninggalkan kami yang duduk berdua di depan teras dan masih sama-sama diam seribu bahasa.

“Hai,” sapaku akhirnya.

“Hai,” jawab Banyu.

Seketika kecanggungan merebak di antara kami berdua. Kenapa aku ragu untuk memeluknya seperti dulu. Kenapa dia pun tak berhasrat untuk mengacak rambutku seperti dulu. Aneh. Kenapa seseorang yang dulu sangat dekat denganmu, mendadak menjadi seperti orang asing begini?

-Bersambung-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s