Balada Sakit di Negeri Orang

Sesedih-sedihnya sakit di negeri sendiri, lebih sedih sakit di negeri orang. Begitu saya pernah mendengar sebuah pepatah. Beberapa orang mengakui kebenaran dari pepatah tersebut. Bagaimanapun, sakit saat berada di negeri sendiri memang terasa lebih mudah. Minimal kita tidak perlu susah-susah menerjemahkan apa itu masuk angin kepada dokter yang kita temui, hehe. Tapi, sakit ketika berada…

Belajar dari Thailand

Kalimat “Belajar dari Thailand”, barangkali menjadi kalimat yang paling menyebalkan setelah kekalahan Indonesia pada leg kedua final AFF Suzuki Cup 2016 kemarin. Meski memang harus diakui bahwa kalimat tersebut benar adanya. Bahkan dari kacamata awam seperti saya, secara kualitas permainan, Thailand memang lebih unggul. Kekalahan kemarin hanya menegaskan bahwa dalam sepakbola, beruntung saja sering tidak…

Antara Saya, Bapak Pembajak Sawah dan Ketakutan pada Label*

Mengenang 1965 membuat saya lebih banyak teringat pada sosok bapak pembajak sawah yang bekerja untuk orang tua saya. Seorang bapak berusia paruh baya yang setiap musim tanam pada pertengahan 1990an datang ke rumah menawarkan jasa bajak sawah. Waktu itu, membajak sawah menggunakan mesin traktor masih belum jamak. Sebagai gantinya, sawah dibajak dengan menggunakan alat bajak…

Hello again, Penang!

Ini kali kedua saya ke Penang. Kali pertama adalah sekitar akhir tahun lalu, ketika saya mendampingi suami melakukan kerja lapangan untuk proposal disertasinya. Kali kedua ini, saya pun kembali mendampingi suami, menelusuri lorong-lorong jalanan, demi mencari aksi kreatif dan budaya partisipatis dalam kehidupan sehari-hari (creativism, participatory culture and everyday life), yang menjadi topik riset doktoral…

Tentang Persimpangan Jalan Itu

Hidup seringkali membawa kita pada pilihan-pilihan yang sulit. Satu pilihan yang memaksa kita untuk membuat keputusan yang tidak hanya tidak mengenakkan, tapi juga tidak populis atau bahkan mengherankan.